Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah, Apakah Bansos Langsung Dicabut?

Ini Penjelasan Kemensos
Nasional
By Ariyani  —  On Sep 04, 2026
Caption Foto : Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Foto : Dok. Kemensos).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Perubahan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belakangan menjadi perhatian masyarakat. Sebagian penerima bantuan sosial (bansos) khawatir perubahan posisi desil akan membuat mereka otomatis kehilangan bantuan dari pemerintah. Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan anggapan tersebut tidak benar. Perubahan desil DTSEN tidak serta-merta membuat seseorang dicoret sebagai penerima bansos.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, perubahan desil yang cukup signifikan terjadi setelah pemerintah memasukkan sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ke dalam proses pemutakhiran DTSEN.

Masuknya data dalam jumlah besar tersebut sempat membuat posisi desil sejumlah masyarakat berubah cukup drastis. Namun, data tersebut kemudian dievaluasi dan diperbaiki melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Gus Ipul mengatakan, pemerintah saat ini terus melakukan verifikasi dan validasi untuk memastikan data yang digunakan semakin akurat.

"Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat," ujar Gus Ipul di Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.

Baca juga: Skandal Pungutan Liar Dapur Gizi, BGN Beri Lampu Hijau Mitra Ganti Yayasan 'Numpang Nama'

Desil Berubah Tidak Otomatis Bansos Dicabut

Masyarakat yang mendapati posisi desilnya berubah tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa bantuan sosial akan dihentikan. Menurut Gus Ipul, penetapan penerima bansos dilakukan pada awal periode penyaluran. Karena itu, perubahan desil yang muncul dalam data belum secara otomatis menjadi keputusan untuk menghentikan bantuan.

"Sehingga, tidak serta-merta orang yang sekarang desilnya berubah, itu otomatis dicoret (bansosnya). Karena masih menunggu penetapan pada awal bulan penyaluran," jelasnya.

Ia mencontohkan perubahan desil yang terjadi saat ini. Kondisi tersebut belum berarti bantuan hilang karena pemerintah belum melakukan penetapan penerima untuk periode penyaluran berikutnya. Untuk bantuan Penerima Bantuan Iuran (PBI), mekanisme penetapan dan penyalurannya dilakukan setiap bulan. 

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kemensos, Andy Kurniawan turut menjelaskan arti sebenarnya dari desil dalam DTSEN. Ia menegaskan desil bukanlah penanda mutlak yang menentukan seseorang tergolong kaya atau miskin. Posisi desil juga tidak dapat disamakan secara langsung dengan besaran penghasilan seseorang. Desil merupakan sistem pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan penduduk secara nasional. Masyarakat diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraan, kemudian dibagi ke dalam 10 kelompok.

Baca juga: Riset Roket hingga Drone Dunia Berkumpul di Yogyakarta, Ada Kompetisi Mahasiswa dari 26 Negara

"Desil itu bukan sertifikat kaya dan miskin. Desil tidak bisa disamakan secara ekuivalen dengan penghasilan," kata Andy.

Karena sifatnya relatif, posisi desil seseorang dapat berubah meskipun kondisi ekonomi keluarga tersebut tidak mengalami perubahan. Hal itu bisa terjadi karena kondisi ekonomi masyarakat lain dalam pemeringkatan nasional juga berubah.

Andy memberikan ilustrasi bahwa ketika terjadi bencana besar yang membuat banyak masyarakat jatuh miskin, posisi relatif masyarakat lain dalam pemeringkatan juga dapat ikut bergeser ketika data dihitung kembali. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: