ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Lingkaran hitam di bawah mata sering dianggap sebagai tanda seseorang kurang tidur atau terlalu sering begadang. Tidak sedikit orang yang berusaha mengatasinya dengan tidur lebih awal, menggunakan krim mata, atau menempelkan irisan mentimun. Namun, lingkaran hitam atau mata panda ternyata tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan tidur.
Kondisi yang membuat area di bawah mata tampak lebih gelap ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keturunan, penuaan, alergi, hingga paparan sinar matahari. Pada sebagian orang, lingkaran hitam juga muncul karena struktur wajah atau perubahan warna kulit yang terjadi secara alami.
Karena penyebabnya beragam, memahami faktor pemicu menjadi langkah penting sebelum menentukan cara mengatasinya.
1. Faktor Keturunan
Salah satu penyebab mata panda yang kerap tidak disadari adalah faktor genetik. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki lingkaran hitam di bawah mata, seseorang berpeluang mengalami kondisi serupa.
Baca juga: Sering Cuci Muka Saat Cuaca Panas? Hati - hati, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kulit Iritasi
Faktor keturunan dapat memengaruhi ketebalan kulit, pigmentasi, serta bentuk area sekitar mata. Kulit di bawah mata yang tipis membuat pembuluh darah lebih mudah terlihat sehingga area tersebut tampak kebiruan atau keunguan.
Pada kondisi ini, tidur cukup belum tentu membuat lingkaran hitam menghilang sepenuhnya karena penyebabnya bukan semata-mata kelelahan.
2. Penuaan dan Kulit yang Menipis
Seiring bertambahnya usia, kulit mengalami perubahan alami. Produksi kolagen dan elastin berkurang sehingga kulit menjadi lebih tipis dan kehilangan sebagian kekenyalannya.
Di area bawah mata, perubahan tersebut dapat membuat pembuluh darah terlihat lebih jelas. Berkurangnya volume lemak di sekitar mata juga bisa membentuk cekungan yang menghasilkan bayangan gelap.
Baca juga: ParagonCorp Borong Penghargaan di SICS Summit 2026, Angkat Isu Jerawat Punggung hingga Ketombe
Itulah sebabnya mata panda dapat terlihat semakin nyata seiring bertambahnya usia, meskipun seseorang memiliki pola tidur yang baik.
3. Alergi dan Kebiasaan Menggosok Mata
Alergi, seperti rinitis alergi, dapat menyebabkan lingkaran hitam di bawah mata. Kondisi ini terjadi ketika reaksi alergi memicu peradangan dan memengaruhi aliran darah di sekitar hidung serta mata.
Gejalanya bisa disertai hidung tersumbat, bersin, mata berair, atau rasa gatal. Lingkaran hitam yang berkaitan dengan alergi sering disebut allergic shiners.
Kebiasaan menggosok mata karena gatal juga dapat memperburuk keadaan. Gesekan berulang bisa menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko perubahan warna kulit di sekitar mata.
Baca juga: Ketombe Ternyata Bukan Hewan, Lalu Kenapa Bisa Muncul di Kepala? Ini Penjelasannya
Karena itu, jika mata panda disertai gejala alergi, penanganan alergi dan menghindari kebiasaan menggosok mata dapat membantu memperbaiki penampilannya.
4. Paparan Sinar Matahari
Terlalu sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan dapat merangsang produksi melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna pada kulit.
Peningkatan melanin dapat membuat area di bawah mata menjadi lebih gelap, terutama pada orang yang rentan mengalami hiperpigmentasi.
Untuk mengurangi risiko ini, gunakan tabir surya yang sesuai, kacamata hitam, serta pelindung dari sinar matahari ketika beraktivitas di luar ruangan. Saat mengaplikasikan produk perawatan, pilih yang aman untuk area sekitar mata dan hindari kontak langsung dengan mata.
Baca juga: 7 Cara Mengecilkan Pori-Pori Wajah Secara Alami, Mudah Dilakukan di Rumah
5. Dehidrasi dan Pola Makan yang Kurang Seimbang
Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit dapat terlihat lebih kusam dan area di bawah mata tampak lebih cekung. Kondisi tersebut membuat lingkaran gelap terlihat semakin jelas.
Pola makan yang kurang seimbang juga dapat memengaruhi kesehatan kulit secara keseluruhan. Kekurangan zat besi, misalnya, dapat menyebabkan anemia yang pada sebagian orang disertai kulit pucat sehingga pembuluh darah di bawah mata terlihat lebih menonjol.
Meski demikian, mata panda saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami dehidrasi atau anemia. Jika disertai keluhan seperti mudah lelah, lemas, pusing, atau pucat, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.
6. Stres dan Kelelahan
Baca juga: Kulit Sensitif Mudah Berjerawat? Ini Cara Merawatnya agar Tetap Sehat
Kurang tidur memang menjadi salah satu penyebab paling umum mata panda. Ketika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, kulit dapat terlihat pucat dan pembuluh darah di bawah mata menjadi lebih kentara.
Stres juga dapat berpengaruh secara tidak langsung. Beban pikiran bisa mengganggu kualitas tidur, mengubah kebiasaan makan, dan membuat seseorang kurang memperhatikan perawatan diri.
Namun, penting dipahami bahwa stres bukan satu-satunya penyebab lingkaran hitam. Jika warna gelap tetap terlihat meski waktu tidur sudah cukup, faktor lain perlu dipertimbangkan.
7. Struktur Wajah dan Bayangan di Bawah Mata
Tidak semua area bawah mata yang tampak gelap disebabkan oleh perubahan warna kulit. Pada sebagian orang, bentuk tulang wajah, cekungan di bawah mata, atau kantung mata dapat menciptakan bayangan yang menyerupai lingkaran hitam.
Baca juga: 8 Rekomendasi Sheet Mask Terbaik untuk Kulit Cerah, Lembap, dan Sehat
Kondisi ini membuat area bawah mata terlihat lebih gelap, terutama ketika pencahayaan datang dari arah tertentu.
Cara membedakannya tidak selalu mudah hanya dengan melihat cermin. Namun, jika penyebab utamanya adalah struktur wajah, krim pencerah belum tentu memberikan perubahan yang signifikan karena masalahnya bukan terutama pada pigmentasi.
Cara mengatasi mata panda sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
Tidur cukup dan teratur. Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Istirahat yang baik dapat membantu mengurangi tampilan mata lelah, meskipun tidak selalu menghilangkan lingkaran hitam akibat faktor genetik atau penuaan.
Penuhi kebutuhan cairan. Minum air secara teratur sesuai kebutuhan tubuh untuk membantu mencegah dehidrasi.
Gunakan tabir surya. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari untuk membantu mencegah hiperpigmentasi semakin gelap.
Hindari menggosok mata. Jika mata terasa gatal, cari tahu kemungkinan penyebabnya dan tangani dengan cara yang tepat. Kompres dingin dapat membantu meredakan bengkak sementara.
Pilih perawatan kulit yang sesuai. Produk dengan kandungan tertentu, seperti niasinamida atau vitamin C, dapat membantu sebagian kasus hiperpigmentasi. Namun, hasilnya bergantung pada penyebab lingkaran hitam, dan produk di sekitar mata harus digunakan dengan hati-hati.
Perhatikan asupan nutrisi. Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sumber protein, sayuran, buah-buahan, dan zat besi. Hindari mengonsumsi suplemen zat besi tanpa indikasi atau saran tenaga kesehatan.
Mata hitam atau lingkaran gelap di bawah mata bukan hanya akibat kurang tidur. Faktor keturunan, penuaan, alergi, paparan sinar matahari, dehidrasi, hingga struktur wajah dapat memengaruhi tampilannya. Karena itu, mengandalkan tidur cukup saja belum tentu menjadi solusi bagi semua orang. Langkah yang lebih tepat adalah mengenali penyebabnya, menerapkan kebiasaan hidup sehat, dan memilih perawatan sesuai kebutuhan kulit. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.