Sering Cuci Muka Saat Cuaca Panas? Hati - hati, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kulit Iritasi

Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Cuaca panas membuat wajah terasa lengket, berminyak, dan penuh keringat. Tak sedikit orang memilih berulang kali mencuci muka agar kulit kembali segar. Namun, kebiasaan ini justru bisa memicu masalah kulit jika dilakukan terlalu sering atau dengan cara yang keliru.

Mencuci muka memang penting untuk membersihkan keringat, minyak, debu, dan kotoran yang menempel. Akan tetapi, kulit wajah juga memiliki lapisan pelindung alami yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari iritasi.

Jika terlalu sering mencuci muka, terutama menggunakan sabun pembersih yang keras, lapisan pelindung tersebut dapat terganggu. Akibatnya, kulit bisa terasa kering, tertarik, kemerahan, bahkan lebih sensitif.

Bisa Merusak Kulit

Mencuci muka saat cuaca panas sebenarnya aman. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi, suhu air, dan produk pembersih yang digunakan.

Baca juga: Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi dan Siapkan Rumah Oksigen

Saat suhu udara meningkat, tubuh memproduksi keringat untuk membantu mengatur suhu. Produksi minyak pada wajah juga dapat membuat kulit terasa lebih lengket. Kondisi ini kerap mendorong seseorang untuk mencuci muka berkali-kali dalam sehari.

Padahal, mencuci muka terlalu sering menggunakan sabun dapat menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan kulit. Karena itu, bukan panasnya yang secara langsung merusak kulit ketika wajah dibasuh, melainkan kebiasaan membersihkan wajah secara berlebihan atau menggunakan produk yang tidak sesuai.

Air yang terlalu panas juga sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kekeringan dan iritasi. Sebaliknya, air bersuhu sejuk atau suam-suam kuku umumnya lebih nyaman untuk membersihkan wajah.

Cara Aman Mencuci Muka

Agar wajah tetap bersih dan nyaman selama cuaca terik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Kemenkes Temukan 1,6 Juta Orang Terindikasi Gangguan Penglihatan dari Skrining CKG

1. Cuci muka secukupnya

Untuk kebanyakan orang, mencuci muka dua kali sehari, yakni pagi dan malam, sudah cukup. Wajah dapat dibersihkan kembali setelah berkeringat banyak atau melakukan aktivitas berat, terutama jika kulit terasa kotor dan lengket.

Namun, tidak setiap kali berkeringat harus menggunakan sabun. Membilas wajah dengan air bersih bisa menjadi pilihan ketika diperlukan.

2. Gunakan air bersuhu sejuk

Air sejuk dapat memberikan sensasi segar setelah berada di bawah terik matahari. Hindari air yang terlalu panas karena berpotensi membuat kulit semakin kering.

Baca juga: Mata Hitam Bukan Hanya karena Kurang Tidur, Ini 7 Penyebab yang Perlu Diketahui

3. Pilih pembersih wajah yang lembut

Gunakan sabun wajah sesuai jenis kulit dan hindari produk yang membuat kulit terasa kesat berlebihan setelah dicuci. Kulit yang terasa tertarik, perih, atau mengelupas bisa menjadi tanda bahwa produk atau cara membersihkan wajah perlu dievaluasi.

4. Jangan menggosok wajah terlalu keras

Keringat dan minyak tidak perlu dibersihkan dengan menggosok kulit secara kuat. Gunakan ujung jari untuk membersihkan wajah dengan lembut, kemudian keringkan menggunakan handuk bersih dengan cara menepuk perlahan.

5. Gunakan pelembap dan tabir surya

Baca juga: Olahraga Sebelum Sarapan, Benarkah Lebih Ampuh Membakar Lemak? Ini Faktanya

Setelah mencuci muka, gunakan pelembap untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Jika akan beraktivitas di luar ruangan, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan perlindungan UVA/UVB. Ulangi pemakaian sesuai petunjuk, terutama setelah berkeringat banyak.

Wajah Terasa Panas? Tak Harus Cuci Muka

Ketika wajah terasa panas setelah terpapar matahari, sebaiknya pindah ke tempat teduh terlebih dahulu. Biarkan tubuh mendingin, kemudian basuh wajah dengan air sejuk jika diperlukan.

Hindari menempelkan es batu secara langsung pada kulit karena suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan iritasi atau cedera kulit. Jika wajah mengalami kemerahan hebat, melepuh, bengkak, atau nyeri berkepanjangan setelah terpapar matahari, pertimbangkan untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Perlu diingat, mencuci muka bukan cara utama untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Perlindungan yang lebih penting adalah berteduh, menggunakan topi atau pelindung fisik, serta mengaplikasikan tabir surya.

Baca juga: Kolaborasi Merries Jagoan Kulit Bayi dengan Alfamart Sahabat Posyandu, Targetkan 2.800 Penerima Manfaat

Pada akhirnya, mencuci muka saat cuaca panas boleh dilakukan selama caranya tepat. Kuncinya bukan semakin sering membasuh wajah agar terasa segar, melainkan menjaga kebersihan tanpa menghilangkan kelembapan dan merusak lapisan pelindung alami kulit. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: