ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Mesin mobil rusak bisa membuat pemilik kendaraan harus merogoh kocek jutaan rupiah, bahkan lebih, jika kerusakan sudah merembet ke komponen utama. Padahal, biaya perbaikan besar sering kali berawal dari kebiasaan sepele, seperti terlambat mengganti oli, mengabaikan suhu mesin, hingga menunda servis berkala.
Di tengah harga suku cadang dan biaya bengkel yang tidak murah, merawat mobil secara rutin menjadi langkah penting agar pengeluaran tak membengkak. Sejumlah kebiasaan sederhana bisa membantu menjaga mesin tetap awet sekaligus mengurangi risiko kerusakan yang menguras tabungan.
Lantas, bagaimana cara merawat mobil agar mesin tetap awet dan tidak mudah rusak? Berikut tujuh hal yang perlu diperhatikan.
1. Jangan Sampai Terlambat Ganti Oli
Oli mesin bukan sekadar cairan pelumas. Oli membantu mengurangi gesekan antarkomponen, membawa panas, dan menjaga kotoran tetap terkendali selama mesin bekerja.
Jika terlalu lama digunakan, kualitas oli bisa menurun. Akibatnya, perlindungan terhadap komponen mesin tidak lagi optimal.
Karena itu, pemilik mobil perlu mengganti oli sesuai jadwal dan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan. Jangan lupa memeriksa level oli secara berkala, terutama sebelum bepergian jauh.
2. Waspadai Mesin Overheat
Mesin yang terlalu panas atau overheat bisa menyebabkan kerusakan serius jika dibiarkan. Salah satu langkah pencegahannya adalah memastikan sistem pendingin bekerja dengan baik.
Periksa level cairan coolant pada tangki cadangan sesuai petunjuk kendaraan. Jika cairan sering berkurang atau indikator suhu menunjukkan kondisi tidak normal, jangan buru-buru menganggapnya sebagai masalah sepele.
Baca juga: 120 Pengendara Jelajah Jakarta-Mandalika
Segera periksakan mobil ke bengkel. Ingat, jangan membuka tutup radiator saat mesin masih panas karena cairan bertekanan dapat menyembur dan menyebabkan luka bakar.
3. Jangan Tunggu Mobil Bermasalah untuk Servis
Masih banyak pemilik mobil yang baru pergi ke bengkel ketika kendaraan mulai sulit dinyalakan, tenaga mesin menurun, atau muncul suara aneh.
Padahal, servis berkala justru bertujuan mendeteksi masalah sebelum kerusakan menjadi lebih parah.
Pemeriksaan dapat meliputi oli, filter udara, busi untuk mesin bensin, sistem bahan bakar, dan komponen lain sesuai kebutuhan kendaraan. Ikuti jadwal servis berdasarkan waktu atau jarak tempuh yang ditetapkan pabrikan.
Baca juga: Jangan Asal Pakai, Ini Perawatan Motor Matik agar Tetap Bertenaga dan Awet
4. Perhatikan Bahan Bakar
Harga bahan bakar memang menjadi pertimbangan bagi banyak pemilik mobil. Namun, memilih bahan bakar hanya berdasarkan harga tanpa memperhatikan spesifikasi mesin bukan langkah yang tepat.
Setiap kendaraan memiliki rekomendasi jenis bahan bakar dan angka oktan tertentu. Mengikuti rekomendasi tersebut membantu mesin bekerja sesuai rancangan pabrikan.
Periksa buku manual kendaraan agar tidak salah memilih bahan bakar. Pastikan juga mengisi di SPBU yang tepercaya.
5. Hindari Kebiasaan Menginjak Gas Mendadak
Baca juga: Honda Stylo 160, Skutik Retro dengan Mesin Bertenaga
Sering menginjak pedal gas dalam-dalam, melakukan akselerasi mendadak, atau memacu mesin dengan putaran tinggi secara terus-menerus dapat menambah beban kerja mesin.
Cobalah berkendara dengan lebih halus. Saat baru menyalakan mobil, hindari langsung memacu kendaraan dengan keras.
Pada mobil modern, pemanasan mesin dalam keadaan diam umumnya tidak perlu terlalu lama. Berkendaralah secara perlahan pada awal perjalanan dan ikuti petunjuk pabrikan.
6. Filter Udara Kotor Bisa Ganggu Performa
Komponen kecil ini punya peran penting dalam menjaga kualitas udara yang masuk ke mesin. Filter udara menyaring debu dan kotoran agar tidak ikut masuk ke ruang pembakaran.
Jika filter terlalu kotor, aliran udara bisa terhambat dan performa mesin berpotensi menurun.
Periksa kondisinya secara berkala, terlebih jika mobil sering digunakan di jalan berdebu. Bersihkan atau ganti filter sesuai jenis dan petunjuk pabrikan.
7. Jangan Abaikan Lampu Indikator
Lampu peringatan di dasbor bukan sekadar hiasan. Indikator tekanan oli, suhu mesin, atau lampu check engine bisa memberikan petunjuk bahwa ada sesuatu yang perlu diperiksa.
Jangan pula mengabaikan suara ketukan, getaran tidak biasa, asap knalpot yang berubah, atau kebocoran cairan di bawah mobil.
Baca juga: Mobil Maung MV3, Kendaraan Taktis Buatan Indonesia yang Tangguh dan Semakin Modern
Jika lampu tekanan oli menyala saat mesin bekerja atau suhu menunjukkan kondisi terlalu panas, segera berhenti di tempat aman dan matikan mesin sesuai prosedur. Jangan memaksakan perjalanan sebelum masalah diperiksa.
Perawatan Kecil Bisa Mencegah Biaya Besar
Merawat mobil agar mesin awet tidak selalu membutuhkan biaya besar. Justru, kebiasaan sederhana seperti rutin mengecek oli, memperhatikan cairan pendingin, dan mengikuti jadwal servis dapat membantu mengurangi risiko kerusakan serius.
Kuncinya adalah tidak menunggu mobil bermasalah untuk mulai melakukan perawatan. Dengan perhatian rutin dan cara berkendara yang tepat, mobil bisa tetap nyaman digunakan sekaligus membantu pemilik menghindari pengeluaran bengkel yang tidak direncanakan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.