Melahirkan Normal atau Sesar, Mana yang Lebih Berisiko?

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Sep 09, 2026
Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Persalinan merupakan momen yang dinantikan sekaligus penuh pertimbangan bagi ibu hamil. Dua metode yang paling umum adalah melahirkan secara normal atau operasi sesar. Lantas, mana yang sebenarnya lebih berisiko?

Tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua ibu. Persalinan normal maupun sesar sama-sama memiliki risiko, tetapi tingkat risikonya sangat bergantung pada kondisi ibu, bayi, usia kehamilan, serta ada atau tidaknya komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

Pada persalinan normal, tubuh ibu secara alami mengalami proses kontraksi hingga bayi lahir melalui jalan lahir. Metode ini umumnya memiliki masa pemulihan lebih cepat dibandingkan operasi sesar.

Namun, persalinan normal bukan berarti bebas risiko. Ibu dapat mengalami robekan pada jalan lahir, perdarahan, infeksi, hingga kondisi darurat apabila proses persalinan mengalami hambatan. Dalam situasi tertentu, persalinan normal yang semula direncanakan juga dapat berakhir dengan tindakan operasi.

Sesar Juga Memiliki Risiko

Baca juga: Rutin Makan Buah Setiap Pagi? Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh

Sementara itu, operasi sesar merupakan tindakan pembedahan untuk mengeluarkan bayi melalui sayatan pada perut dan rahim. Operasi ini dapat menjadi pilihan yang sangat penting ketika persalinan normal berisiko bagi ibu maupun bayi.

Beberapa kondisi yang dapat membuat dokter merekomendasikan operasi sesar antara lain posisi bayi sungsang atau melintang, plasenta menutupi jalan lahir, persalinan tidak mengalami kemajuan, kondisi gawat janin, atau komplikasi tertentu pada ibu.

Meski dapat menyelamatkan nyawa dalam kondisi tertentu, sesar tetap merupakan operasi besar. Risiko yang mungkin terjadi antara lain infeksi, perdarahan, reaksi terhadap anestesi, pembekuan darah, serta masa pemulihan yang umumnya lebih panjang.

Operasi sesar juga dapat meningkatkan risiko tertentu pada kehamilan berikutnya, terutama jika dilakukan berulang kali. Karena itu, keputusan melakukan sesar sebaiknya berdasarkan indikasi medis, bukan semata-mata karena dianggap lebih mudah atau lebih aman.

Bukan Soal Pilih yang Paling Aman

Baca juga: Telinga Terasa Kotor Langsung Dikorek? Hati - hati, Cutton Bud Bisa Bikin Masalah

Pada dasarnya, persalinan yang paling aman adalah metode yang sesuai dengan kondisi ibu dan bayi.

Jika kehamilan berjalan normal dan tidak terdapat indikasi medis, persalinan vaginal umumnya dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, ketika terdapat kondisi yang membuat persalinan normal membahayakan ibu atau bayi, operasi sesar justru dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

Karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak membandingkan normal dan sesar hanya berdasarkan pengalaman orang lain. Kondisi setiap kehamilan berbeda sehingga keputusan metode persalinan perlu dibicarakan dengan dokter atau bidan yang menangani kehamilan.

Yang terpenting bukan bagaimana bayi dilahirkan, melainkan keselamatan ibu dan bayi selama proses persalinan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: