ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang wilayah Cilacap dan sekitarnya pada Jumat (4/9/2026) siang membuat sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dihentikan sementara.
Gempa terjadi sekitar pukul 12.05 WIB. Sebagai langkah antisipasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto menerapkan prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) terhadap sejumlah perjalanan KA yang melintas di wilayah operasionalnya.
Beberapa perjalanan yang terdampak antara lain KA Fajar Utama Yogya, Gajahwong, Argo Dwipangga, Taksaka, Joglosemarkerto, Argo Wilis, Sawunggalih, Lodaya, Argo Semeru, hingga Purwojaya.
Pemberhentian dilakukan agar petugas dapat memastikan kondisi prasarana perkeretaapian setelah gempa, terutama pada jalur rel, jembatan, terowongan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang diterapkan KAI ketika terjadi kondisi yang berpotensi memengaruhi perjalanan kereta api.
Baca juga: Transformasi Limbah Kopi Menjadi Scrub, Inovasi Mahasiswa UIN Saizu Sabet Juara Nasional
“Sebagai langkah antisipasi, sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB). Tindakan tersebut merupakan prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan KA tetap aman,” ujar As’ad.
Prasarana Perkeretaapian Tidak Terdampak Gempa Cilacap
Penghentian sementara berdampak pada waktu perjalanan sejumlah kereta api. Keterlambatan yang dialami penumpang bervariasi, mulai belasan menit hingga lebih dari satu jam, tergantung posisi KA ketika pemeriksaan dilakukan.
Setelah pemeriksaan selesai, KAI memastikan tidak ditemukan kerusakan pada prasarana perkeretaapian akibat gempa.
“Dari hasil pemeriksaan, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa. Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan,” jelas As’ad.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Dengan kondisi jalur yang telah dinyatakan aman, perjalanan KA di wilayah Daop 5 Purwokerto kembali beroperasi. KAI juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi prasarana untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan akibat gempa.
KAI Daop 5 Purwokerto meminta maaf kepada pelanggan yang mengalami keterlambatan akibat pemberhentian sementara tersebut.
“KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat pemberhentian sementara tersebut. Kami juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung,” kata As’ad.
KAI menegaskan keselamatan pelanggan dan awak kereta api tetap menjadi prioritas utama. Pemeriksaan serta pemantauan prasarana akan terus dilakukan guna memastikan seluruh perjalanan kereta api berlangsung aman dan lancar. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.