ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Berlari menjadi salah satu olahraga yang praktis dan mudah dilakukan. Namun, soal pakaian saat berlari masih sering menjadi pertanyaan, terutama ketika cuaca dingin atau kondisi lingkungan kurang bersahabat.
Salah satu yang kerap dipilih adalah menggunakan jaket. Lantas, apakah boleh lari memakai jaket?
Jawabannya, boleh. Menggunakan jaket saat berlari tidak secara otomatis berbahaya. Justru pada kondisi tertentu, jaket dapat membantu tubuh tetap hangat dan membuat aktivitas lari lebih nyaman. Meski demikian, jenis jaket dan kondisi cuaca perlu diperhatikan. Menggunakan jaket yang terlalu tebal ketika berlari di bawah terik matahari dapat membuat tubuh lebih cepat panas.
Saat berolahraga, tubuh menghasilkan panas dan mengeluarkan keringat untuk membantu mengatur suhu. Jika panas tubuh sulit keluar karena pakaian terlalu tebal atau tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, pelari bisa merasa tidak nyaman dan berisiko mengalami dehidrasi.
Karena itu, jika ingin lari menggunakan jaket, pilih pakaian yang ringan dan memiliki kemampuan menyerap atau mengalirkan keringat. Jaket olahraga berbahan breathable juga lebih disarankan dibandingkan jaket tebal yang memerangkap panas.
Baca juga: Final Indonesia vs Thailand: Garuda Tak Sempurna, tapi Punya Mental Juara
Kapan Lari Pakai Jaket Bisa Menjadi Pilihan?
Jaket lebih cocok digunakan ketika suhu udara cukup dingin, terutama saat melakukan pemanasan atau berlari pada pagi dan malam hari. Dalam kondisi tersebut, jaket dapat membantu menjaga tubuh tetap hangat. Setelah tubuh mulai panas akibat aktivitas fisik, pelari dapat membuka atau melepas jaket apabila mulai merasa kepanasan.
Sementara itu, penggunaan jaket saat cuaca panas perlu dipertimbangkan kembali. Berkeringat lebih banyak bukan berarti pembakaran lemak otomatis menjadi lebih tinggi.
Penurunan berat badan setelah berlari menggunakan pakaian yang sangat tebal biasanya lebih banyak disebabkan oleh kehilangan cairan melalui keringat. Berat tersebut dapat kembali setelah tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup.
Masih ada anggapan bahwa semakin banyak keringat keluar saat olahraga, semakin efektif latihan tersebut. Padahal, jumlah keringat tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan olahraga. Yang lebih penting adalah intensitas latihan, durasi, kondisi tubuh dan konsistensi berolahraga.
Baca juga: Anak Belum Bisa Naik Sepeda? Balance Bike Bisa Jadi Langkah Awal, Ini Manfaatnya
Pelari juga perlu memperhatikan tanda-tanda tubuh mulai kepanasan, seperti pusing, mual, sakit kepala, lemas berlebihan, atau merasa sangat haus. Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera mengurangi intensitas atau menghentikan aktivitas dan mencari tempat yang lebih sejuk.
Jadi, lari memakai jaket pada dasarnya boleh dilakukan, terutama ketika kondisi udara dingin. Namun, pilih jaket yang sesuai dengan cuaca dan aktivitas agar tubuh tetap nyaman serta tidak mengalami panas berlebihan.
Bagi yang berlari di cuaca panas, pakaian olahraga yang ringan, nyaman dan memiliki sirkulasi udara baik biasanya menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan jaket tebal. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.