ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Operasional Bus Trans Banyumas dihentikan mulai Minggu (30/8/2026). Penghentian layanan transportasi publik tersebut dilakukan seiring evaluasi menyeluruh yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas. Evaluasi tersebut mencakup sejumlah aspek penting dalam pengelolaan Bus Trans Banyumas, mulai dari penyesuaian tarif, pemanfaatan layanan iklan, titik halte, jangkauan pelayanan, hingga sistem pengawasan operasional.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Omar Udaya, penghentian operasional Bus Trans Banyumas hanya sementara, selama proses evaluasi dilakukan. Menurutnya, evaluasi diperlukan sehubungan dengan adanya peralihan pengelolaan (hand over) pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pemkab Banyumas sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran untuk Bus Trans Banyumas sampai dengan bulan Desember 2026, namun tetap perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terlebih dahulu terhadap operasional Bus Trans Banyumas,” kata Omar, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Omar, penghentian sementara bukan berarti layanan transportasi publik tersebut akan dihentikan secara permanen. Pemkab Banyumas justru tengah menyiapkan berbagai langkah agar operasional Trans Banyumas dapat kembali berjalan dengan pengelolaan yang lebih baik.
Trans Banyumas Banyak Digunakan Masyarakat
Baca juga: Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaat Main Bola untuk Anak Laki - Laki
Bus Trans Banyumas selama ini menjadi salah satu moda transportasi yang cukup banyak dimanfaatkan masyarakat. Selain melayani mobilitas warga, keberadaan bus tersebut juga menjadi pilihan transportasi bagi pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah. Karenanya, Pemkab Banyumas berupaya agar proses evaluasi dapat dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin. Pemerintah daerah berharap layanan Trans Banyumas bisa kembali beroperasi dan melayani masyarakat setelah evaluasi selesai dilakukan.
Terkait lamanya proses evaluasi, Omar menyatakan pihaknya akan mengupayakan agar proses tersebut berlangsung secepatnya.
“Sesegera mungkin evaluasi dilakukan dan Trans Banyumas bisa kembali melayani masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa keberlanjutan transportasi publik menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, Trans Banyumas telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Karena itu, persoalan pembiayaan operasional tidak boleh menjadi alasan pelayanan transportasi publik yang selama ini telah digunakan masyarakat terhenti dalam jangka panjang.
“Trans Banyumas tetap akan beroperasi, karena pelayanan kepada masyarakat tetap harus jalan, tentang bagaimana biaya operasionalnya, nanti kita carikan,” tegas Sadewo.
Baca juga: Sampah Jadi Energi, Jateng Raih Penghargaan Berkat Strategi Pengelolaan Berbasis Kawasan
Pemkab Banyumas kini perlu memastikan hasil evaluasi dapat menghasilkan skema pengelolaan dan pembiayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, Trans Banyumas diharapkan dapat kembali beroperasi dan terus menjadi salah satu pilihan transportasi publik bagi masyarakat Banyumas. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.