ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Mengajak anak menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Baru beberapa menit belajar, anak sudah ingin bermain atau beralih ke aktivitas lain.
Namun, menghafal Al-Qur’an tidak harus identik dengan duduk diam dalam waktu lama. Dengan cara yang tepat, kegiatan ini justru bisa menjadi momen menyenangkan sekaligus membangun kedekatan orang tua dan anak.
Mulai Sedikit, Jangan Langsung Banyak
Jangan langsung menargetkan anak menghafal satu surat dalam sekali belajar. Pilih surat pendek, kemudian pecah menjadi satu atau dua ayat.
Biarkan anak mengulanginya sampai terbiasa. Jika sudah lancar, barulah lanjut ke bagian berikutnya.
Baca juga: Bukan Sekedar Kenyang, Ini Makanan yang Bisa Mendukung Kecerdasan Anak
Jadikan Suara Orangtua sebagai "Teman Hafalan"
Anak akan lebih mudah mengikuti sesuatu yang sering didengarnya. Orang tua bisa membaca satu ayat dengan pelan, kemudian meminta anak menirukannya.
Lakukan secara berulang dengan suasana santai. Bahkan, hafalan bisa dilakukan sambil berjalan-jalan di rumah atau menjelang tidur.
Pakai Irama yang Disukai Anak
Lantunan Al-Qur’an dengan irama yang lembut dan jelas dapat membantu anak mengingat susunan ayat. Pilih bacaan yang mudah diikuti dan usahakan anak tetap memperhatikan pelafalan huruf dengan benar.
Baca juga: UIN Saizu Buka KIP Kuliah 2026, 315 Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan
Jangan Ubah Hafalan Menjadi Hukuman
Ketika anak belum hafal, hindari bentakan atau ancaman. Tekanan berlebihan justru dapat membuat anak menganggap mengaji sebagai sesuatu yang menakutkan.
Lebih baik berikan waktu untuk beristirahat, kemudian coba kembali pada kesempatan berikutnya.
Beri Kemenangan Kecil
Anak membutuhkan rasa berhasil. Ketika satu ayat berhasil dikuasai, berikan pujian sederhana. Bisa juga dibuat tantangan kecil, misalnya mengulang surat di depan ayah, ibu, atau anggota keluarga lainnya.
Baca juga: Polres Kebumen Bekali Pelajar SMAN 1 Kebumen Agar Tak Mudah Terjebak Hoaks AI
Pujian yang tulus dapat membuat anak merasa bangga dan termotivasi untuk melanjutkan hafalan.
Hafalan Lama Jangan Ditinggalkan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu fokus mengejar surat baru. Padahal, hafalan lama perlu terus diulang.
Sisihkan waktu beberapa menit untuk membaca surat yang sudah dikuasai sebelum memulai hafalan baru.
Orangtua Harus Memberi Contoh
Baca juga: Dosen UIN Saizu Kenalkan Ekonomi Syariah kepada Diaspora Indonesia di Australia
Anak tidak hanya belajar dari apa yang diperintahkan, tetapi juga dari apa yang dilihat. Ketika anak sering melihat orang tua membaca Al-Qur’an, ia akan lebih mudah memahami bahwa mengaji merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Pada akhirnya, mengajarkan surat pendek kepada anak bukan perlombaan siapa yang paling cepat hafal. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak kecil.
Sebab, satu ayat yang dihafalkan dengan penuh kegembiraan bisa menjadi langkah kecil menuju kebiasaan besar sepanjang hidup. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.