ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Mengatur pola makan bukan hanya soal mengurangi nasi atau menghindari makanan manis. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari.
Kalori merupakan satuan energi yang digunakan tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari bernapas, berjalan, bekerja hingga berolahraga. Kebutuhan kalori setiap orang berbeda karena dipengaruhi usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta tingkat aktivitas fisik.
Salah satu cara yang umum digunakan untuk memperkirakan kebutuhan energi adalah menghitung Basal Metabolic Rate (BMR) atau jumlah energi yang dibutuhkan tubuh saat beristirahat.
Rumus Mifflin-St Jeor dapat digunakan sebagai perkiraan:
Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua
Setelah mendapatkan angka BMR, kebutuhan kalori harian dapat diperkirakan dengan mengalikannya dengan tingkat aktivitas fisik.
Sebagai gambaran, seseorang yang jarang beraktivitas fisik membutuhkan energi lebih sedikit dibandingkan orang yang rutin berolahraga atau memiliki pekerjaan dengan aktivitas fisik tinggi.
Jangan Lupa Menghitung Kalori dari Makanan
Setelah mengetahui perkiraan kebutuhan kalori, langkah berikutnya adalah memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
Baca juga: Kebiasaan Gigit Kuku, Sepele tapi Bisa Berdampak pada Kesehatan
Informasi kandungan energi biasanya tercantum pada label kemasan. Untuk makanan tanpa label, jumlah kalori dapat diperkirakan berdasarkan jenis dan porsinya.
Sebagai contoh, makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak memiliki kontribusi kalori yang berbeda. Karbohidrat dan protein masing-masing menyediakan sekitar 4 kilokalori per gram, sedangkan lemak menyediakan sekitar 9 kilokalori per gram.
Karena itu, ukuran porsi menjadi penting. Makanan yang terlihat sedikit belum tentu rendah kalori, terutama jika mengandung banyak minyak, santan, gula atau bahan berlemak lainnya.
Menghitung Kalori Bukan Berarti Harus Kelaparan
Mengontrol kalori tidak identik dengan makan sesedikit mungkin. Tubuh tetap membutuhkan energi dan zat gizi untuk menjalankan fungsi normal.
Baca juga: Kalori Nasi Goreng Berapa? Ini Perkiraan Tiap Varian dan Tips Membuatnya Lebih Sehat
Pola makan sebaiknya tetap memperhatikan keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah dan kebutuhan cairan. Aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan energi.
Selain itu, kebutuhan kalori setiap orang bersifat individual. Angka hasil perhitungan rumus hanyalah perkiraan dan bukan ukuran mutlak.
Jika seseorang ingin menurunkan atau menaikkan berat badan secara terencana, terutama dengan kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan kebutuhan energi yang lebih sesuai. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.