ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Harga emas hari ini masih menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi investor dan calon pembeli yang ingin menambah aset logam mulia. Pergerakan harga emas batangan pada perdagangan hari ini terpantau relatif stabil, dengan emas Antam masih berada di level di atas Rp2,7 juta per gram.
Stabilnya harga emas memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertimbangkan investasi jangka panjang. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang dinilai aman atau safe haven, sehingga tetap diminati meski harganya berada di level tinggi.
Berikut harga emas batangan per gram dari beberapa merek :
| Jenis Emas Batangan | Harga per Gram |
|---|---|
| Antam | Rp2.708.000 |
| UBS | Rp2.586.000 |
| Galeri 24 | Rp2.573.000 |
Selain emas batangan, masyarakat juga banyak mencari informasi mengenai harga emas perhiasan. Berbeda dengan emas batangan yang memiliki standar harga lebih seragam, harga emas perhiasan dipengaruhi oleh kadar emas, desain, biaya pembuatan, hingga kebijakan masing-masing toko.
Sebagai gambaran, harga emas perhiasan 24 karat saat ini berada di kisaran Rp2,6 juta hingga Rp2,8 juta per gram. Sementara emas perhiasan 22 karat dijual sekitar Rp2,35 juta hingga Rp2,6 juta per gram, sedangkan emas 18 karat berkisar Rp1,9 juta hingga Rp2,25 juta per gram.
Baca juga: Perajin Tikar Pandan di Banjarnegara Bergantung pada Pengepul, Harga Mentok Rp28 Ribu
Bagi masyarakat yang membeli emas untuk tujuan investasi, emas batangan umumnya menjadi pilihan yang lebih menguntungkan. Hal ini karena emas batangan memiliki tingkat kemurnian tinggi, dilengkapi sertifikat resmi, dan memiliki nilai jual kembali (buyback) yang relatif lebih baik dibandingkan emas perhiasan yang telah dikenai biaya pembuatan.
Agar investasi emas memberikan hasil optimal, pembeli disarankan memilih produk dari produsen terpercaya seperti Antam, UBS, atau Galeri 24, menyimpan sertifikat dan kemasan asli, serta membeli secara bertahap sesuai kemampuan. Strategi tersebut dapat membantu mengurangi risiko membeli saat harga sedang berada di puncak.
Ke depan, prospek harga emas masih dinilai positif seiring tingginya permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global. Meski demikian, harga emas tetap berpotensi mengalami fluktuasi mengikuti pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan suku bunga bank sentral. Oleh karena itu, investor disarankan tetap memperhatikan perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan untuk membeli maupun menjual emas. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.