Caption Foto : Kabid Sumber Daya Air, Air Limbah dan Air Minum DPU Banyumas, Ari Sukraningrum bersama rombongan DPU saat melihat langsung kondisi irigasi di Banyumas. (Foto : Dok. DPU).
ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Banyumas kembali diwujudkan melalui kucuran dana Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi Daerah senilai Rp219 miliar pada tahun 2026. Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi ribuan petani karena akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur irigasi, membangun embung, mengembangkan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), hingga meningkatkan jaringan irigasi tersier guna mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau yang setiap tahun berpotensi mengurangi pasokan air bagi lahan pertanian.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo ST, M.Si melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Air Limbah dan Air Minum, Ari Sukraningrum ST, MAP menjelaskan, bantuan Inpres Irigasi Daerah tahun ini akan dimanfaatkan untuk rehabilitasi daerah irigasi (DI), pembangunan enam embung, pembangunan dan peningkatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), serta peningkatan jaringan irigasi tersier.
Menurut Ari, bantuan tersebut sangat berarti bagi para petani karena sebagian besar jaringan irigasi di Banyumas telah berusia tua sehingga tidak lagi berfungsi secara optimal.
"Total ada 573 daerah irigasi (DI) di Kabupaten Banyumas dan kondisinya banyak yang rusak. Tahun 2025 kita hanya mendapat bantuan untuk rehabilitasi enam DI, sedangkan tahun ini meningkat sehingga bisa menjangkau 25 daerah irigasi," jelas Ari kepada Orbit-News.com, Kamis (30/7/2026).
Ia mengungkapkan, porsi terbesar dari anggaran tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi daerah irigasi. Selain itu, pemerintah juga akan membangun tujuh embung yaitu Embung Kuntili di Desa Kuntili Kecamatan Sumpiuh, Embung Sungkalan di Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo, Embung Pelem II di Desa Glempang Kecamatan Pekuncen, Embung Kalipinggir di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran, Embung Belaran di Desa Sanggreman Kecamatan Purwojati, Embung Panembangan di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok dan Embung Kaliwangi di Desa Kaliwangi Kecamatan Purwojati.
Pembangunan embung ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan air sekaligus menjadi cadangan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya petani, saat musim kemarau.
Tidak hanya itu, program Inpres Irigasi juga mencakup pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah di 14 lokasi, yang terdiri atas 12 titik pembangunan baru dan dua titik peningkatan jaringan. Pemerintah juga akan melakukan peningkatan jaringan irigasi tersier di enam lokasi yang sebelumnya telah memperoleh bantuan melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (Sipuri).
"Tahun lalu sudah ada yang mendapat bantuan Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (Sipuri), sehingga tahun ini mendapatkan peningkatan jaringan tersiernya," terang Ari.
Caption : Caption Foto : Petugas DPU Kabupaten Banyumas melihat langsung kondisi Irigasi Badak di Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang. (Foto : Dok. DPU).
Infrastruktur Irigasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan
Pembangunan seluruh infrastruktur tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus 2026. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan irigasi sehingga kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi secara lebih merata.
Ari menjelaskan, embung memiliki fungsi yang sangat penting, tidak hanya sebagai tempat menampung air hujan, tetapi juga sebagai sumber air irigasi ketika debit sungai mulai berkurang pada musim kemarau. Dengan demikian, petani tetap dapat mengairi sawah dan menjaga produktivitas tanaman.
Sementara itu, rehabilitasi daerah irigasi akan memperlancar distribusi air hingga ke wilayah hilir yang selama ini kerap mengalami kekurangan pasokan. Selain meningkatkan efisiensi distribusi air, rehabilitasi juga memberikan kemudahan bagi para petani dalam mengatur pola pembagian air sesuai kebutuhan lahan.
"Meskipun prosentasenya masih kecil, tetapi ini sangat membantu bagi petani," tuturnya.
Caption : Caption Foto : Kabid Sumber Daya Air, Air Limbah dan Air Minum, Ari Sukraningrum ST, MAP. (Foto : Hermiana E. Effendi).
Perbaikan Bertahap untuk Jaringan Irigasi yang Menua
Selama ini, para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), maupun kelompok lainnya, terus berupaya menjaga fungsi saluran irigasi dengan melakukan perbaikan-perbaikan ringan, seperti menutup titik kebocoran dan membersihkan saluran.
Namun, mengingat usia sebagian besar jaringan irigasi di Banyumas sudah cukup tua, upaya tersebut belum mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh. Dibutuhkan rehabilitasi dengan skala yang lebih besar serta dukungan anggaran yang memadai.
Untuk rehabilitasi 25 daerah irigasi di Banyumas, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp75.582.598.000. Secara umum, biaya rehabilitasi satu titik daerah irigasi berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp5 miliar, tergantung tingkat kerusakan dan kondisi di lapangan.
Melalui dukungan Inpres Irigasi Daerah senilai Rp219 miliar ini, DPU Banyumas berharap pembangunan infrastruktur pengairan dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air dan mendukung sektor pertanian Banyumas agar semakin tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau di masa mendatang.
"Kami berharap bantuan Inpres Irigasi Daerah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani. Dengan jaringan irigasi yang semakin baik, distribusi air menjadi lebih lancar, produktivitas pertanian meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan petani Banyumas juga ikut meningkat. Yang tidak kalah penting, mari kita jaga bersama agar infrastruktur yang sudah dibangun ini bisa bertahan lama dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya," pungkas Ari. (*)