Caption Foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (Foto : Dok. BGN).
ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, bergerak cepat melakukan pembenahan di internal lembaga yang dipimpinnya. Memasuki pekan pertama masa jabatannya, ia menetapkan tiga agenda prioritas sebagai fondasi penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni pemberantasan korupsi, perbaikan tata kelola program, serta peningkatan transparansi kepada publik.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan Program MBG berjalan lebih akuntabel, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Sudaryono mengatakan, sejak dipercaya memimpin BGN, pihaknya langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang dinilai perlu segera diselesaikan agar pelaksanaan program strategis nasional itu semakin efektif.
"Belum genap satu minggu saya menjabat sebagai Kepala BGN, kami langsung memetakan berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan segera. Fokus utama kami adalah memberantas praktik korupsi, memperkuat tata kelola Program MBG, serta meningkatkan transparansi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.
Selain melakukan evaluasi internal, BGN juga memastikan akan bersikap kooperatif dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret oknum di lingkungan lembaga tersebut. Sudaryono menegaskan seluruh proses hukum diserahkan kepada aparat penegak hukum tanpa intervensi.
Ia menambahkan, BGN siap memberikan seluruh informasi maupun dokumen yang dibutuhkan selama proses penyelidikan hingga penyidikan berlangsung.
"Kami mendukung sepenuhnya proses penegakan hukum. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga akan membuka akses data yang diperlukan agar proses hukum berjalan secara optimal," terangnya.
Pengawasan SPPG Diperkuat
Di sisi lain, pembenahan juga dilakukan pada aspek operasional Program MBG Pengawasan terhadap pelaksanaan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan diperkuat, disertai peningkatan standar pelayanan, pengawasan keamanan pangan, serta pengelolaan program yang lebih akuntabel.
Tak hanya itu, BGN tengah menyiapkan sistem informasi yang lebih terbuka agar masyarakat dapat memantau pelaksanaan Program MBG secara lebih mudah. Melalui sistem tersebut, orang tua, sekolah, pemerintah daerah, hingga berbagai pihak terkait diharapkan bisa memperoleh informasi mengenai layanan MBG sebagai bagian dari pengawasan publik.
Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat akan terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan semakin baik.
"Kami menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi. Karena itu, perbaikan akan terus dipercepat agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar terlaksana secara bersih, transparan, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (*)