ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Memasuki usia ke-73 tahun, Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden terus menunjukkan transformasi sebagai pusat pembibitan ternak unggul nasional. Tak hanya bersiap menyandang status Badan Layanan Umum (BLU), lembaga di bawah Kementerian Pertanian tersebut juga optimistis mampu mencatat Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Rp23 miliar sepanjang 2026.
Optimisme tersebut ditopang oleh peningkatan produksi susu sapi perah yang melonjak hampir dua kali lipat dibanding beberapa tahun sebelumnya, sekaligus menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pendapatan balai.
Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo mengatakan, peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 menjadi momentum memperkuat integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, seluruh pegawai memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kinerja lembaga.
"Seluruh pegawai harus menegakkan integritas tanpa kompromi, meningkatkan mutu pelayanan, serta memperkuat kekompakan dan kolaborasi. Dengan semangat itu, kami optimistis mampu menjalankan tugas dan fungsi balai dengan lebih baik," kata Dani, Rabu (22/7/2026).
Rangkaian peringatan HUT diawali dengan kegiatan sosial berupa donor darah yang melibatkan pegawai dan masyarakat sekitar. Selain itu, digelar pula Apel Siaga Integritas yang diikuti hampir 200 pegawai sebagai bentuk komitmen mencegah praktik korupsi, kolusi, dan berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan layanan publik.
Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka
Lolos Sebagai BLU
Momentum perayaan tahun ini juga terasa istimewa karena BBPTUHPT Baturraden telah dinyatakan lolos sebagai calon Badan Layanan Umum. Saat ini, proses tersebut tinggal menunggu terbitnya Surat Keputusan Menteri Keuangan sebagai dasar penetapan resmi.
Dani menjelaskan, status BLU akan memberikan keleluasaan bagi balai dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, namun di sisi lain juga menghadirkan sistem pengawasan yang lebih ketat sehingga tata kelola menjadi semakin transparan dan akuntabel.
"Status BLU akan membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal. Di sisi lain, kami juga akan diawasi lebih ketat melalui audit dari BPK, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, dan akuntan publik sehingga pengelolaan menjadi lebih transparan dan akuntabel," jelasnya.
Di bidang keuangan, kinerja BBPTUHPT Baturraden juga menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga Juli 2026, realisasi PNBP telah mencapai hampir Rp16 miliar atau dua kali lipat dari target kinerja yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebesar Rp8 miliar.
Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan
Pendapatan tersebut berasal dari penjualan bibit sapi perah, bibit kambing perah, serta produksi susu segar yang terus meningkat setiap tahunnya. Atas capaian tersebut, Kementerian Keuangan memberikan target baru agar BBPTUHPT Baturraden mampu membukukan PNBP sebesar Rp23 miliar hingga akhir tahun.
"Kementerian Keuangan memberikan tantangan agar kami mampu mencapai PNBP sebesar Rp23 miliar tahun ini. Kami yakin target tersebut dapat dicapai," ungkap Dani.
Peningkatan pendapatan tidak lepas dari keberhasilan balai dalam meningkatkan produktivitas sapi perah. Jika sebelumnya produksi susu hanya berkisar 4.000 hingga 5.000 liter per hari, kini produksinya telah mencapai sekitar 8.300 liter per hari.
Saat ini BBPTUHPT Baturraden mengelola sekitar 1.985 ekor sapi perah dan 670 ekor kambing perah. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, balai tersebut juga berhasil menghasilkan 370 ekor bibit sapi perah serta sekitar 180 ekor bibit kambing perah berkualitas unggul.
Untuk mempertahankan tren positif tersebut, berbagai strategi terus dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas pakan, penyempurnaan sistem pemeliharaan, hingga peningkatan kenyamanan kandang agar produktivitas ternak terus meningkat.
Baca juga: UIN Saizu Buka KIP Kuliah 2026, 315 Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan
"Potensi genetik sapi kami sebenarnya bisa menghasilkan hingga 30 liter susu per ekor per hari. Saat ini rata-rata produksinya sekitar 15 liter dan sedang kami tingkatkan menuju 20 liter per hari melalui perbaikan pakan, pemeliharaan, serta kenyamanan ternak," tambahnya.
Didirikan pada 1953, BBPTUHPT Baturraden kini telah berkembang menjadi salah satu pusat pembibitan ternak unggul terbesar di Indonesia. Balai ini mengelola tiga unit farm, yakni Tegalsari, Limpakuwus, dan Manggala, yang menjadi pusat pengembangan sapi perah dan kambing perah untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta peningkatan kualitas bibit ternak di berbagai daerah.
Dengan status BLU yang segera disandang dan target PNBP yang terus meningkat, BBPTUHPT Baturraden optimistis mampu memperkuat perannya sebagai motor pengembangan peternakan modern di Indonesia. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.