Caption Foto : Program Satu Telur Sehari Alfamart sampai ke masyarakat Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. (Foto : Dok. Alfamart).
ORBIT-NEWS.COM, CILACAP – Perjalanan menyusuri perairan dan hutan mangrove selama hampir dua jam tak menjadi penghalang bagi Alfamart untuk memastikan bantuan gizi bagi anak-anak tetap sampai ke tangan penerima. Memperingati Hari Anak Nasional 2026, perusahaan ritel tersebut kembali memperkuat Program Satu Telur Sehari (STS) dengan menghadirkan edukasi gizi bagi para orang tua di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.
Program yang telah memasuki tahun keempat ini menjadi bagian dari komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pemberian protein hewani sekaligus peningkatan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pola makan sehat bagi balita.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya mengatakan, Program Satu Telur Sehari terus diperluas agar semakin banyak anak yang mendapatkan manfaat dari intervensi gizi yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.
“Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia,” kata Rani, Rabu (22/7/2026).
Pada pelaksanaan tahun 2026, Alfamart menargetkan sebanyak 2.700 anak yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota menerima manfaat program. Selama enam bulan, lebih dari 510 ribu butir telur akan disalurkan secara bertahap, dengan setiap anak memperoleh satu butir telur setiap hari.
Tak sekadar memberikan bantuan pangan bergizi, Alfamart juga menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dan Puskesmas Kampung Laut untuk memberikan edukasi kepada para orang tua. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan keluarga.
Caption : Caption Foto : Masyarakat Kampung Laut, Kabupaten Cilacap antusias menyambut Program Satu Telur Sehari Alfamart. (Foto : Dok. Alfamart).
Edukasi Tentang Gizi
Sebanyak 35 anak penerima manfaat bersama orang tuanya mengikuti edukasi gizi yang digelar di Kecamatan Kampung Laut pada Rabu (15/7/2026). Wilayah pesisir ini dikenal memiliki akses yang cukup menantang karena hanya dapat dijangkau menggunakan perahu dari Pelabuhan Seleko dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Medan yang sulit tersebut justru menjadi bukti kuat kolaborasi antara Alfamart, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dan Puskesmas Kampung Laut dalam memastikan seluruh bantuan dapat diterima masyarakat. Pada setiap periode distribusi, petugas kesehatan mengangkut ribuan butir telur menggunakan perahu sebelum disalurkan ke sejumlah desa yang berada di kawasan perairan.
Dokter Puskesmas Kampung Laut, dr. Oktaryan Eko, dalam sesi edukasi bertajuk Pola Makan Seimbang untuk Balita, menekankan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada jumlah makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga kualitas serta keberagaman asupan gizinya.
“Pemenuhan gizi seimbang pada balita tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas, keberagaman, keamanan, serta kesesuaiannya dengan usia anak. Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik untuk balita dan dapat diolah menjadi berbagai menu sehat yang disukai anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin, dan mineral yang penting bagi proses tumbuh kembang anak. Selain mudah diperoleh, telur juga dapat diolah menjadi berbagai menu sederhana seperti telur rebus, telur kukus maupun telur dadar yang dipadukan dengan sayuran sehingga menjadi pilihan makanan bergizi yang disukai balita.
Program Satu Telur Sehari sendiri menyasar anak usia 1 hingga 3 tahun yang terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah. Penyaluran dilakukan secara berkala agar kondisi anak dapat terus dipantau selama masa pendampingan.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2022, jangkauan program terus mengalami peningkatan. Awalnya, Alfamart menyalurkan 177 ribu butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota. Pada 2024, program menjangkau 591 anak di 12 daerah dengan distribusi 103 ribu butir telur. Setahun kemudian cakupan diperluas menjadi 25 kabupaten/kota melalui penyaluran 189 ribu butir telur kepada 1.000 anak.
Tahun 2026 menjadi pelaksanaan terbesar sejak program ini diluncurkan, dengan distribusi lebih dari 510 ribu butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota di Indonesia.
Rani mengungkapkan, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari banyaknya telur yang dibagikan, tetapi juga dari dampak nyata terhadap kondisi gizi anak. Berdasarkan hasil monitoring internal pada 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator membaiknya status gizi.
“Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan pemberdayaan. Harapannya, Program Satu Telur Sehari membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga dan berkontribusi pada upaya nasional menekan angka stunting,” tutup Rani. (*)