Pertamina Apresiasi Polresta Banyumas Ungkap Kasus Pengoplosan LPG Subsidi

Masyarakat Diimbau Beli di Pangkalan Resmi
Caption Foto : Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Aris Irmi, Selasa (21/7/2026), menyampaikan apresias kepada Polresta Banyumas atas pengungkapan kasus pengoblosan LPG subsidi. (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memberikan apresiasi kepada jajaran Polresta Banyumas atas keberhasilannya membongkar praktik pengoplosan LPG subsidi 3 kilogram yang diduga dipindahkan ke tabung Bright Gas. Pengungkapan kasus tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam melindungi hak masyarakat sekaligus menjaga keamanan distribusi energi bersubsidi.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Aris Irmi mengatakan, tindakan tegas aparat kepolisian menjadi bentuk komitmen bersama dalam mencegah penyalahgunaan LPG bersubsidi yang selama ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Pertamina mengapresiasi langkah cepat Polresta Banyumas dalam mengungkap kasus ini. Sinergi antara aparat penegak hukum dan Pertamina sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan LPG subsidi serta memastikan distribusinya tetap tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak,” kata Aris Irmi, di Mapolresta Banyumas, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, praktik pengoplosan tidak hanya menimbulkan kerugian negara akibat penyalahgunaan barang bersubsidi, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan LPG 3 kilogram bagi masyarakat yang memang berhak menerima. Selain itu, proses pemindahan isi tabung secara ilegal juga memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan.

“Praktik penyalahgunaan LPG subsidi merupakan tindakan melawan hukum yang merugikan negara, mengganggu ketersediaan LPG bagi masyarakat yang berhak. Selain itu sekaligus membahayakan keselamatan, karena proses pemindahan gas tidak memenuhi standar,” ucapnya.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Beli LPG di Pangkalan Resmi

Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar selalu membeli LPG 3 kilogram melalui pangkalan resmi. Dengan membeli di pangkalan resmi, konsumen dipastikan memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp18 ribu per tabung untuk wilayah Jawa Tengah.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang menggunakan Bright Gas, Pertamina mengimbau agar selalu memastikan keaslian produk sebelum membeli. Salah satu caranya adalah dengan memeriksa QR Code yang tertera pada tabung sebagai bentuk jaminan bahwa produk tersebut berasal dari jalur distribusi resmi.

Aris menegaskan, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah beredarnya LPG hasil pengoplosan. Karena itu, konsumen diminta membeli produk hanya melalui jaringan resmi Pertamina dan memastikan kondisi tabung sebelum digunakan.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

“Untuk pengguna Bright Gas, kami mengimbau agar selalu memeriksa QR Code pada tabung guna memastikan keaslian produk. Sementara masyarakat yang membutuhkan LPG 3 kilogram diharapkan membeli di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai HET sekaligus mendukung distribusi LPG subsidi yang tepat sasaran,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: