Bibit Kopi Robusta Unggul Magelang Laris Manis

Kebun Tanggulrejo Target Produksi 50 Ribu Batang pada 2026
EKBIS
By Vivin  —  On Jul 19, 2026
Caption Foto : Bibit Kopi Robusta di Tanggulrejo, Magelang banyak diminati pasar. (Foto : Dok.Pemkab Magelang).

ORBIT-NEWS.COM, MAGELANG – Tingginya kebutuhan bibit kopi Robusta berkualitas mendorong Kebun Benih Tanggulrejo di Kabupaten Magelang terus meningkatkan kapasitas produksinya. Pada tahun 2026, kebun milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut menargetkan menghasilkan 50.000 batang bibit kopi Robusta unggul dengan metode setek yang siap didistribusikan kepada petani.

Seluruh target produksi tahun ini bahkan telah habis dipesan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah. Bibit tersebut nantinya akan disalurkan sebagai bantuan kepada berbagai kelompok tani guna mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kopi di sejumlah daerah.

Pelaksana Kebun Tanggulrejo, Wardoyo mengatakan, tingginya permintaan bibit kopi unggul tidak hanya datang dari wilayah Jawa Tengah, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa.

"Permintaan pasar sangat tinggi, bahkan hingga ke luar Pulau Jawa yang memesan ratusan ribu batang. Namun, fokus kami saat ini adalah mengoptimalkan potensi kebun induk yang ada untuk mencukupi kebutuhan lokal terlebih dahulu. Tahun depan, kuota produksi akan kami upayakan meningkat," kata Wardoyo.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 28 Agustus 2026 Turun Rp5.000

Kembangkan Empat Klon Kopi Robusta Unggulan

Menurutnya, Kebun Tanggulrejo saat ini mengembangkan empat klon kopi Robusta unggulan yang berasal dari kebun induk entres dan telah terdaftar secara resmi, yakni Sintaro 1, Sintaro 2, Sintaro 3, dan Sehasence. Keempat varietas tersebut dipilih karena memiliki produktivitas tinggi, lebih mudah dibudidayakan, serta mampu menghasilkan buah lebih cepat dibandingkan varietas biasa.

Wardoyo menjelaskan, metode perbanyakan tanaman melalui setek menjadi pilihan karena mampu mempertahankan kualitas genetik tanaman induk secara utuh. Dengan cara tersebut, petani memperoleh bibit yang memiliki karakter seragam dan potensi hasil yang lebih terjamin.

"Bibit hasil setek memiliki sifat yang sama persis dengan pohon induknya sehingga tidak ada perubahan karakter genetik. Selain itu, apabila sistem perakarannya telah berkembang dengan baik, tanaman kopi sudah mulai berbunga sekitar dua tahun setelah ditanam," jelasnya.

Ia juga memastikan metode setek tidak menimbulkan persoalan pada kekuatan tanaman. Selama ini, pihaknya belum menerima laporan mengenai tanaman kopi hasil setek yang mudah roboh akibat terpaan angin.

Baca juga: Perajin Tikar Pandan di Banjarnegara Bergantung pada Pengepul, Harga Mentok Rp28 Ribu

Untuk menjaga kualitas bibit, proses pembibitan dilakukan melalui tahapan yang ketat. Entres dipilih dari tunas ortotrop yang sehat, kemudian dipotong per ruas, diruncingkan, dan diberi zat pengatur tumbuh agar mempercepat pembentukan akar.

Selanjutnya, bahan setek ditanam menggunakan metode lasahan dengan media campuran pasir dan tanah berbanding 1:1. Bibit kemudian disungkup menggunakan plastik bening selama sekitar dua bulan tanpa pemberian pupuk kimia hingga akar tumbuh optimal. Setelah itu, bibit diseleksi dan dipindahkan ke polibag untuk menjalani proses pembesaran di area pembibitan.

Bibit baru dapat dipasarkan setelah memenuhi standar siap tanam atau PTM, yakni berumur antara lima hingga delapan bulan, memiliki tinggi minimal 20 sentimeter, serta telah memiliki sedikitnya tiga pasang ruas daun.

Wardoyo menambahkan, setiap bibit yang akan dipasarkan wajib melalui proses pemeriksaan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas bibit sesuai standar sebelum diterbitkan sertifikat resmi.

"Setelah memenuhi standar fisik tersebut, pihak Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) akan melakukan pemeriksaan lapangan. Jika memenuhi syarat, sertifikat resmi akan diterbitkan sebagai jaminan mutu bagi petani," katanya.

Baca juga: Long Weekend Maulid Nabi, Daop 5 Purwokerto Layani Lebih dari 131 Ribu Pelanggan

Saat ini, bibit kopi Robusta unggul bersertifikat produksi Kebun Tanggulrejo dipasarkan dengan harga Rp7.000 per batang. Kebun tersebut melayani kebutuhan bibit bagi instansi pemerintah maupun petani mandiri yang ingin melakukan perluasan atau peremajaan kebun kopi. Ke depan, penyesuaian harga dimungkinkan mengikuti regulasi terbaru mengenai tarif retribusi daerah.

Kebun Benih Tanggulrejo berlokasi di Dusun Balong, Desa Tanggulrejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Unit pembibitan ini berada di bawah naungan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah dengan pembinaan teknis dari Balai Benih Pertanian Wilayah Surakarta, sekaligus menjadi salah satu sentra penyedia bibit kopi Robusta unggul bersertifikat di Jawa Tengah. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: