Lepas KKN UIN Saizu 2026, Taj Yasin Dorong Mahasiswa Bantu Validasi Data Kemiskinan

Caption Foto : Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen berdialog dengan mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto. (Foto Diskomdigi Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan komitmennya mengawal berbagai program yang dijalankan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-58 Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. KH. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Fokus pendampingan mencakup validasi data kemiskinan, penguatan UMKM desa, hingga peningkatan akses pendidikan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri pelepasan 2.336 mahasiswa KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu di halaman Rektorat kampus, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan desa berbasis data.

"Kami dibantu mahasiswa KKN untuk pendampingan. Data-data kemiskinan ini yang perlu dikawal. Dengan adanya KKN, kami akan lebih tahu lagi apakah data-data itu sudah benar atau tidak," kata Taj Yasin.

Usai acara pelepasan, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu berdialog langsung dengan sejumlah mahasiswa. Dalam diskusi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan yang diperkirakan akan ditemui di lokasi KKN, mulai dari kemiskinan, pengembangan UMKM, hingga tingginya angka putus sekolah.

Gus Yasin menilai mahasiswa memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah memperoleh gambaran riil kondisi masyarakat. Data yang diperoleh di lapangan diharapkan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Baca juga: Polres Kebumen Ungkap Kasus Pengeroyokan Karangsambung, Empat Tersangka Ditahan dan Dua Pelaku Masih Diburu

Ia memastikan setiap laporan maupun temuan mahasiswa selama menjalankan KKN akan dikawal dan ditindaklanjuti bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa.

Potensi Ekonomi Desa

Selain melakukan pendampingan terhadap validasi data kemiskinan, mahasiswa juga diminta memetakan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki desa. Hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah memberikan pendampingan bagi pelaku usaha.

Pendampingan yang disiapkan meliputi peningkatan kualitas produk, pengemasan (packaging), pengurusan izin PIRT, sertifikasi halal, hingga perluasan akses pemasaran agar produk UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Gus Yasin mencontohkan desa penghasil petai yang selama ini hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah. Menurutnya, komoditas tersebut memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti keripik maupun olahan lainnya sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca juga: Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap Wawancara

"Nanti kita dampingi, termasuk packaging-nya. Setelah sudah bagus, PIRT-nya dan halalnya kita dorong juga," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta KKN, Anggi Fatika Rosidi, mengungkapkan kelompoknya akan melaksanakan pengabdian di Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.

Selain mendampingi pelaku UMKM anyaman besek dan sektor pertanian, kelompoknya akan memprioritaskan program untuk menekan angka putus sekolah yang masih cukup tinggi di desa tersebut.

"Kami ingin mendorong lagi supaya anak-anak mau bersekolah dan melanjutkan pendidikannya sampai jenjang yang lebih tinggi," kata Anggi.

Ia menambahkan, program yang dirancang kelompoknya mendapat respons positif dari Gus Yasin. Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Tengah itu menyatakan siap memantau perkembangan program mahasiswa selama menjalankan KKN di desa masing-masing.

Baca juga: Kunjungi Lapas Narkotika Purwokerto, Yanuar Arif Wibowo Sampaikan Wacana Bilik Asmara

Sebagai informasi, KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu tahun 2026 diikuti 2.336 mahasiswa. Sebanyak 1.790 mahasiswa diterjunkan di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, sedangkan 446 mahasiswa lainnya untuk pertama kalinya melaksanakan KKN di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Program KKN berlangsung selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut juga melibatkan 131 mahasiswa kolaborasi dari sejumlah perguruan tinggi, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, serta Universitas An-Nuqayah Madura. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: