ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menghadirkan cara baru mengisi liburan sekolah melalui program "Liburan ke Kampung Main", sebuah kegiatan edukatif yang memadukan permainan, budaya, dan wisata berkelanjutan. Program hasil kolaborasi dengan mitra Co-Branding Wonderful Indonesia ini dirancang untuk mengenalkan pesona desa wisata kepada anak-anak sekaligus mendorong masyarakat memilih berwisata #DiIndonesiaAja.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini mengatakan, liburan sekolah merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan alam Indonesia kepada generasi muda melalui pengalaman yang menyenangkan.
Menurutnya, program ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak anak-anak memahami nilai budaya, kearifan lokal, serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
"Melalui 'Liburan ke Kampung Main', kami ingin menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Anak-anak dapat merasakan langsung suasana Kampung Main sebagai ruang yang kaya akan budaya, kearifan lokal, dan nilai-nilai keberlanjutan," kata Ni Made Ayu Marthini.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kemenpar membuka Kampung Main Co-Branding Wonderful Indonesia di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 1–5 Juli 2026. Selama lima hari, pengunjung dapat mengikuti beragam permainan edukatif dan lokakarya interaktif dengan tema yang berganti setiap hari.
Baca juga: Fenomena Gunung Kawi di Tengah Masyarakat, Antara Wisata Religi, Tradisi dan Beragam Mitos
Materi yang diangkat mencakup gastronomi, warisan budaya, kemaritiman, wastra Nusantara, seni dan desain, hingga gaya hidup sehat (wellness). Seluruh aktivitas dikemas dalam konsep belajar sambil bermain agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Salah satu aktivitas yang menjadi daya tarik adalah permainan Petualangan Jagung yang mengusung konsep farm to table. Melalui permainan ini, anak-anak diperkenalkan pada proses pengolahan hasil pertanian, mulai dari panen hingga menjadi makanan siap saji. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan apresiasi terhadap sektor pertanian sekaligus pentingnya konsumsi pangan yang berkelanjutan.
Selain itu, tersedia permainan digital scavenger hunt yang mengajak peserta menyelesaikan berbagai tantangan sambil mengenal beragam ikon destinasi wisata Indonesia. Peserta yang berhasil menuntaskan permainan berkesempatan memenangkan empat voucher staycation sebagai hadiah utama, serta berbagai hadiah menarik lainnya.
Masyarakat yang tidak sempat berkunjung ke TMII tetap dapat mengikuti permainan scavenger hunt di sejumlah destinasi mitra Co-Branding Wonderful Indonesia. Beberapa lokasi tersebut antara lain HeHa Waterfall Bogor, HeHa Forest Sleman, Plaza Ambarrukmo, Plaza Malioboro Yogyakarta, Pramana Craft, Van Bloemen 1881 Sleman, hingga Jatim Park Malang.
Tanamkan Pariwisata Berkelanjutan
Baca juga: Dieng Culture Festival 2026 Digelar 28-30 Agustus, Ini Rundown Acara dan Harga Tiketnya
Ni Made Ayu Marthini menjelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya Kemenpar menanamkan pemahaman tentang pariwisata berkelanjutan sejak usia dini. Melalui pengalaman langsung yang menyenangkan, anak-anak diharapkan semakin peduli terhadap lingkungan, menghargai budaya lokal, dan memahami pentingnya menjaga kelestarian destinasi wisata.
"Kami berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mendukung pengembangan desa wisata sekaligus terinspirasi bahwa #DiIndonesiaAja merupakan pilihan liburan yang menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga," katanya.
Generasi Alpha dipilih sebagai sasaran utama karena dinilai memiliki pengaruh besar terhadap keputusan destinasi wisata keluarga. Meski belum memiliki kemampuan finansial sendiri, kelompok usia ini kerap menjadi penentu pilihan orang tua saat merencanakan liburan.
Di tengah kehidupan modern yang semakin dekat dengan teknologi digital, desa wisata menawarkan pengalaman berbeda melalui konsep slow travel dan slow living. Anak-anak dapat menikmati suasana alam, berinteraksi dengan masyarakat, serta mengenal tradisi dan budaya lokal secara langsung.
"Generasi Alpha tumbuh di era digital yang serba cepat, tetapi mereka juga membutuhkan pengalaman yang autentik dan bermakna. Melalui 'Liburan ke Kampung Main', kami mengajak anak-anak keluar dari rutinitas, menikmati aktivitas di alam, dan memperoleh pengalaman baru yang memperkaya wawasan mereka," tutur Ni Made Ayu Marthini.
Baca juga: Pariwisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Wisman Tembus 6 Juta hingga Mei 2026
Program ini juga melanjutkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang telah dijalankan bersama mitra Co-Branding Wonderful Indonesia. Sejak 2025, lebih dari 289,4 kilogram limbah kemasan dan material daur ulang berhasil diolah menjadi instalasi Totem Wonderful Indonesia sebagai media edukasi tentang pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan destinasi wisata.
Melalui program ini, Kemenpar berharap masyarakat semakin tertarik mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat. Selain memperkenalkan kekayaan wisata Indonesia, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan, budaya, dan keberlanjutan pariwisata nasional. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.