ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat pelaksanaan Program Kecamatan Berdaya dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 1.645 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM diterjunkan ke berbagai daerah untuk membantu percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Para mahasiswa akan menjalankan pengabdian masyarakat mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Mereka ditempatkan di 61 kecamatan yang tersebar di 21 kabupaten dan kota di Jawa Tengah dengan program kerja yang diselaraskan bersama agenda prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso menjelaskan, kolaborasi dengan UGM menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembangunan berbasis wilayah melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan.
Menurutnya, Program Kecamatan Berdaya yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menempatkan kecamatan sebagai pusat penggerak pembangunan sekaligus ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
"Kecamatan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai simpul koordinasi pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, sekaligus penggerak pembangunan di tingkat lokal. Karena itu, penguatan kapasitas kecamatan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan," jelasnya.
Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen
Manfaat Nyata Untuk Masyarakat
Ia optimistis kehadiran ribuan mahasiswa UGM akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian sosial.
"Kami meyakini kehadiran 1.645 mahasiswa KKN UGM akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa didorong untuk menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan. Fokus pengabdian diarahkan pada berbagai isu strategis, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, pencegahan stunting, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, Program Kecamatan Berdaya juga mengedepankan pembangunan yang inklusif melalui empat pilar utama, yakni Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), perlindungan bagi lansia dan penyandang disabilitas, Taruna Karya Mandiri atau Kartu Zilenial, serta pengembangan Sport Center sebagai ruang aktivitas masyarakat.
Baca juga: Kerja Sama Jateng-Malaka Diperluas, Gus Yasin Dorong Pertukaran Santri dan Guru Antar Pesantren
Nadi juga mengingatkan seluruh peserta KKN agar menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan selama menjalankan program. Ia menekankan pentingnya menjaga etika, keselamatan, serta nama baik almamater dan pemerintah daerah dalam setiap kegiatan pengabdian.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Djarot Heru Santoso, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun antara UGM dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata.
"Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut pada pelaksanaan KKN UGM di periode-periode berikutnya," ujar Djarot.
Saat ini Program Kecamatan Berdaya juga mendapat dukungan dari sejumlah perguruan tinggi lainnya. Selain UGM, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin kolaborasi dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Diponegoro (Undip), dan Politeknik Negeri Semarang (Polines) guna memperluas dampak pembangunan berbasis masyarakat di berbagai wilayah Jawa Tengah. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.