ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus menunjukkan tren positif. Pada pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN 2026, jumlah peserta yang berhasil menyelesaikan proses finalisasi pendaftaran meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut diungkapkan Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Abd. Aziz, saat membuka forum Scoring dan Sidang Kelulusan Ujian Masuk (UM-PTKIN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta.
Menurut Prof. Abd. Aziz, hingga penutupan pendaftaran, sebanyak 142.836 calon mahasiswa telah membuat akun. Dari jumlah tersebut, 118.524 peserta memilih program studi, sementara 111.353 peserta berhasil menyelesaikan proses finalisasi pendaftaran.
Capaian itu menunjukkan kenaikan hampir 9.000 peserta dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus menjadi bukti meningkatnya daya tarik PTKIN di kalangan lulusan SMA, MA, SMK, maupun pondok pesantren.
"Jumlah peserta yang melakukan finalisasi pada tahun ini memperlihatkan tren pertumbuhan yang konsisten. Pada 2024 terdapat 95.321 peserta yang finalisasi, meningkat menjadi 102.445 peserta pada 2025, dan kini mencapai 111.353 peserta pada 2026. Hal ini menunjukkan PTKIN semakin kompetitif dan diminati calon mahasiswa," jelasnya.
Baca juga: Mahasiswa FEBI UIN Saizu Raih Kesempatan Magang Internasional di IMUN
Investasi Mencetak Pemimpin Masa Depan
Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan, PTKIN tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai institusi dakwah yang membangun karakter bangsa. Karena itu, proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tidak boleh dipandang sekadar agenda tahunan, melainkan investasi strategis dalam menyiapkan generasi penerus Indonesia.
Menurut Nasaruddin, seleksi mahasiswa baru menjadi pintu awal untuk menghadirkan calon-calon pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik dan menguasai perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai moderasi beragama.
"Melalui proses seleksi inilah kita menyiapkan calon pemimpin masa depan yang cerdas, berintegritas, dan mampu menjaga nilai-nilai moderasi dalam kehidupan berbangsa," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amien Suyitno menilai. peningkatan jumlah peserta tidak terlepas dari keberhasilan transformasi digital dalam pelaksanaan UM-PTKIN. Menurutnya, penguatan sistem teknologi informasi dan kolaborasi antarperguruan tinggi berhasil menciptakan proses seleksi yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PTKIN.
Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka
"Kepercayaan publik merupakan aset terbesar kami. Seleksi yang berintegritas, objektif, dan profesional menjadi faktor utama yang membuat PTKIN semakin dipercaya sebagai pilihan pendidikan tinggi di Indonesia," kata Prof. Amien Suyitno. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.