Banner Utama

Tips Memasak Daging Kurban agar Empuk dan Tidak Alot

Kuliner
By Redaksi Orbit-News.com  —  On May 27, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Momen Iduladha identik dengan melimpahnya daging kurban, baik sapi maupun kambing. Namun, banyak orang masih menghadapi masalah yang sama saat mengolahnya, yakni tekstur daging yang keras dan alot setelah dimasak.

Padahal, hasil akhir masakan sangat dipengaruhi oleh cara penanganan dan teknik memasaknya. Dengan langkah yang tepat, daging kurban bisa diolah menjadi hidangan empuk, gurih, dan lebih nikmat disantap. Berikut beberapa tips memasak daging kurban agar empuk dan tidak alot:

1.Istirahatkan Daging Sebelum Dimasak

Daging yang baru dipotong umumnya masih berada dalam kondisi kaku atau rigor mortis, sehingga teksturnya cenderung lebih keras. Simpan daging di lemari pendingin selama 6–12 jam atau semalaman sebelum diolah. Proses ini membantu serat daging menjadi lebih rileks dan menghasilkan tekstur yang lebih empuk saat dimasak.

2.Potong Melawan Arah Serat

Baca juga: Manfaat Daging Kambing untuk Kesehatan dan Tips Mengolahnya agar Tetap Sehat

Teknik memotong daging memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir masakan. Potong daging secara melintang atau berlawanan arah serat agar serat menjadi lebih pendek dan mudah dikunyah. Sebaliknya, memotong searah serat dapat membuat daging terasa lebih keras meski dimasak dalam waktu lama.

3.Gunakan Teknik Marinasi

Marinasi menjadi salah satu cara efektif untuk membantu melunakkan serat daging. Beberapa bahan alami yang dapat digunakan antara lain nanas parut, pepaya muda, jeruk nipis, yogurt, hingga rempah seperti jahe dan bawang putih. Diamkan daging sekitar 30 menit hingga satu jam agar bumbu meresap dan membantu menghasilkan tekstur lebih lembut.

4.Masak dengan Api Kecil

Memasak daging menggunakan api besar memang lebih cepat, tetapi berisiko membuat bagian luar matang lebih dulu sementara bagian dalam masih keras. Gunakan api kecil hingga sedang dan masak secara perlahan, terutama untuk olahan seperti rendang, gulai, semur, atau tongseng.

Baca juga: 3 Olahan Daging Kurban Favorit Saat Iduladha, Lengkap Resep Gulai, Tongseng, dan Rendang

Setiap bagian daging memiliki karakter berbeda sehingga membutuhkan teknik pengolahan yang sesuai. Bagian paha lebih cocok untuk rendang atau semur karena memerlukan waktu masak lebih lama. Sementara has dalam cocok untuk sate atau tumisan cepat. Adapun sandung lamur ideal digunakan untuk sop dan soto karena memiliki lapisan lemak yang membantu menjaga kelembutan daging. 

5.Gunakan Panci Presto untuk Mempercepat Proses

Bagi yang ingin menghemat waktu, panci presto dapat menjadi pilihan. Tekanan tinggi dalam panci membantu memecah jaringan ikat pada daging sehingga teksturnya lebih cepat empuk. Untuk daging sapi, waktu memasak umumnya berkisar 20–40 menit tergantung ukuran potongan.

6.Hindari Terlalu Sering Mengaduk

Saat memasak gulai, rendang, atau masakan berkuah lainnya, terlalu sering mengaduk bisa membuat tekstur daging rusak. Aduk secukupnya agar bumbu tetap meresap tanpa membuat serat daging pecah. 

Beberapa kebiasaan berikut sebaiknya dihindari karena dapat membuat daging menjadi keras:

  • Langsung memasak daging sesaat setelah penyembelihan
  • Memotong daging searah serat
  • Menggunakan api terlalu besar
  • Memasak terlalu singkat pada potongan daging yang keras
  • Menggunakan nanas terlalu lama saat marinasi

Baca juga: Menelusuri Kuliner Legendaris Kota Lama Banyumas, Dari Hangatnya Bakmi Gareng hingga Gurihnya Soto

Dengan teknik yang tepat, daging kurban dapat diolah menjadi berbagai menu lezat dengan tekstur empuk dan cita rasa maksimal. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: