Caption Foto : Peluncuran buku Authentic Halal Brand, yang menyoroti produk Wardan dan Kahf. (Foto : Dok. Paragon).
ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Wardah dan Kahf sukses menjadi sorotan dalam buku Authentic Halal Brand: Dilengkapi Studi Kasus Merek yang Mengusung Nilai-nilai Halal terbitan IHATEC Publisher. Dua brand milik ParagonCorp tersebut dinilai berhasil menerapkan konsep halal secara menyeluruh dan ditempatkan pada tingkat tertinggi, yakni Level 4 Authentic Halal Brand.
Buku tersebut mengangkat perkembangan konsep halal yang kini tidak lagi dipandang sebatas sertifikasi produk, tetapi telah berkembang menjadi fondasi dalam membangun identitas, budaya bisnis, hingga kepercayaan konsumen.
Founder & CEO Inspark Indonesia sekaligus penggagas konsep Authentic Halal Brand, Dr. Wahyu T. Setyobudi mengatakan, brand saat ini dituntut tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga mampu menghadirkan nilai halal secara konsisten dalam seluruh proses bisnis.
“Authentic Halal Brand tumbuh dari kepedulian nyata sebuah brand untuk menjadikan nilai halal bukan sekadar atribut, melainkan value yang menyatu, menghidupkan arah bisnis, budaya, inovasi, hingga makna yang dirasakan konsumen,” kata Wahyu.
Dalam buku tersebut, Wardah disebut sebagai salah satu brand yang berhasil mengubah cara pandang halal di industri kecantikan Indonesia. Halal tidak hanya ditempatkan sebagai identitas produk, tetapi juga menjadi nilai yang mendorong keberdayaan, rasa percaya diri, dan relevansi bagi berbagai generasi.
Komitmen Hadirkan Manfaat Lebih Luas
Senior Group Head Wardah Masterbrand & Skincare Paragon Technology and Innovation untuk Wardah, Novia Sukmawaty menyebut, halal bagi Wardah merupakan komitmen untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
“Bagi Wardah, halal bukan hanya tentang apa yang boleh digunakan, tetapi tentang bagaimana sebuah brand dapat menghadirkan rasa aman, percaya, dan kebermanfaatan secara konsisten. Kami percaya halal harus hidup dalam kualitas produk, proses bisnis, hingga kontribusi yang kami hadirkan bagi masyarakat,” kata Novia.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut mendorong Wardah terus menghadirkan inovasi berbasis sains, komunikasi yang bertanggung jawab, serta berbagai program sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kahf dinilai menjadi contoh penerapan nilai halal yang dekat dengan gaya hidup pria modern. Dalam buku tersebut, Kahf diperkenalkan sebagai companion brand yang hadir mendampingi konsumen untuk berkembang menjadi versi terbaik diri mereka.
Group Head of Brand Development PC & Innovation Kahf, Andrie Kurniarahman mengatakan Kahf membangun pendekatan yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.
“Bagi Kahf, halal bukan hanya menjadi fondasi produk, tetapi nilai yang diterjemahkan secara relevan dalam kehidupan pria modern. Karena itu, Kahf ingin tumbuh bersama konsumen dengan membangun ekosistem positif bersama komunitas dan partner yang memiliki semangat sejalan,” jelas Andrie.
Selain mengangkat studi kasus Wardah dan Kahf, buku Authentic Halal Brand juga memuat berbagai contoh penerapan nilai halal di sektor makanan, logistik, hingga perhotelan sebagai bagian dari strategi membangun bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan industri. (*)