Caption Foto : Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq resmi dilantik untuk kembali memimpin Unsoed 2026-2030. (Foto : Dok. Unsoed).
ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq menyatakan komitmennya untuk mempercepat langkah transformasi kampus usai kembali dipercaya memimpin Unsoed pada periode 2026–2030.
Menurut Prof. Akhmad Sodiq, kepemimpinan pada periode kedua ini akan difokuskan pada penguatan inovasi, kolaborasi, serta peningkatan kontribusi perguruan tinggi agar semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Ke depan Unsoed akan terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan inovasi, serta memastikan pendidikan dan riset tidak hanya berhenti pada capaian akademik, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Akhmad Sodiq resmi dilantik kembali sebagai Rektor Unsoed periode 2026–2030 dalam prosesi yang dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, di Grha Diktisaintek, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Pelantikan tersebut menandai berlanjutnya estafet kepemimpinan di Unsoed untuk empat tahun ke depan sekaligus menjadi momentum memperkuat arah pengembangan kampus di tengah tantangan perubahan teknologi dan dinamika global.
Bawa Institusi Pendidikan Lebih Berdampak
Dalam arahannya, Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa pelantikan pimpinan perguruan tinggi bukan sekadar agenda administratif, melainkan amanah besar untuk membawa institusi pendidikan tinggi menjadi lebih relevan, adaptif, dan berdampak. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan talenta, inovasi, hingga pencipta solusi atas berbagai persoalan bangsa.
“Saya berharap para pejabat yang dilantik hari ini mampu menghadirkan tata kelola yang agile, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak. Pemimpin dan pejabat administrasi saat ini tidak hanya dituntut menjalankan fungsi birokrasi, tetapi harus mampu membaca perubahan, membangun jejaring, serta menciptakan budaya kerja yang inovatif dan adaptif,” kata Menteri Brian.
Kemendiktisaintek juga terus mendorong implementasi semangat Diktisaintek Berdampak, yakni memastikan hasil pendidikan dan riset perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, industri, hingga pembangunan nasional.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsoed, Dwi Nugroho Wibowo menyampaikan, bahwa seluruh tahapan pemilihan rektor telah berjalan sesuai regulasi dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Seluruh tahapan Pilrek telah terlaksana dengan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang ada. Kami berharap, di periode kedua ini, Prof. Akhmad Sodiq dapat langsung bergerak cepat membawa Unsoed berlari lebih kencang, menjawab tantangan zaman, dan semakin berdampak nyata bagi masyarakat luas,” katanya.