Banner Utama

Komisi A DPRD Jateng Soroti Ketimpangan Guru dan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Bermutu Jadi Tanggung Jawab Bersama

Caption Foto : Komisi A DPRD Jateng di acara dialog interaktif membahas tentang pendidikan. (Foto : Dok. Mitra FM).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa upaya menciptakan pendidikan bermutu tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah maupun pemerintah. Peran orang tua, masyarakat, hingga pemerataan fasilitas pendidikan dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang disiarkan Radio Mitra FM Purwokerto. Komisi A DPRD Jateng membahas berbagai tantangan pendidikan, mulai dari anak putus sekolah, ketimpangan distribusi guru, hingga akses internet di daerah terpencil.

Anggota Komisi A DPRD Jateng, Edris Santoso, mengatakan transformasi pendidikan di Jawa Tengah sebenarnya menunjukkan perkembangan yang cukup positif, terutama pada sektor digitalisasi dan pendidikan inklusif. Namun, persoalan anak putus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pembangunan fasilitas, tetapi juga kemampuan daerah dalam memastikan setiap anak tetap memperoleh hak belajar.

“Perkembangan pendidikan sudah cukup baik, terutama dalam akses digital dan pendidikan inklusif. Tetapi persoalan anak putus sekolah masih menjadi tantangan besar yang harus ditangani bersama,” kata Edris.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kompetensi tenaga pendidik. Selain itu, pembangunan infrastruktur digital menjadi fokus penting agar kualitas pembelajaran semakin merata.

Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk

Pemerataan Kualitas Pendidikan

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Jateng dari Fraksi PDIP, Muhammad Ichwan, menilai semangat belajar pelajar di Jawa Tengah cukup tinggi. Meski demikian, kemampuan literasi siswa dinilai masih perlu diperkuat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Ichwan juga menyoroti belum meratanya distribusi guru serta keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah terpencil yang masih menjadi kendala dalam pemerataan kualitas pendidikan.

“Secara kualitas, tenaga pendidik sudah cukup baik. Namun pemerataan guru dan akses pendidikan digital masih perlu ditingkatkan, khususnya di daerah terpencil,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan anggota Komisi A DPRD Jateng dari Fraksi PKB, Zaki Mubarok. Ia menekankan bahwa pendidikan berkualitas hanya bisa diwujudkan apabila seluruh elemen masyarakat ikut terlibat aktif. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang sudah tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perkembangan karakter dan kemampuan peserta didik.

Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa

“Kalau semua pihak bergerak bersama, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua hingga masyarakat, pendidikan bermutu untuk semua tentu bisa diwujudkan,” jelas Zaki.

Dalam dialog tersebut, para narasumber juga mendorong adanya penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, penguatan pendidikan karakter, hingga perluasan akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu dan pelajar putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.

Komisi A DPRD Jateng berharap kolaborasi seluruh pihak dapat terus diperkuat demi menciptakan generasi muda Jawa Tengah yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: