Banner Utama

Vaksinasi Campak Nakes di Pekalongan Dikebut, 455 Tenaga RSUD Bendan Jadi Prioritas Awal

Kesehatan
By Vivin  —  On May 05, 2026
Caption Foto : Pemkot Pekalongan melakukan vaksinasi campak kepada para tenaga kesehatan. (Foto : Dok. Kominfo).

ORBIT-NEWS.COM, PEKALONGAN — Pemerintah Kota Pekalongan mulai mempercepat program vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) sebagai langkah antisipatif menekan risiko penularan di fasilitas layanan kesehatan. Upaya ini difokuskan lebih dulu pada tenaga medis yang memiliki kontak langsung dan intens dengan pasien.

Program yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) tersebut telah dilaksanakan pada minggu ketiga bulan April 2026 lalu, di RSUD Bendan. Sebanyak 455 tenaga kesehatan ditargetkan dalam tahap awal, mencakup tenaga medis, paramedis, hingga peserta internship yang belum menerima imunisasi Measles-Rubella (MR) secara lengkap.

Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati menjelaskan, vaksinasi ini menjadi bagian penting dalam strategi perlindungan berlapis di lingkungan rumah sakit.

“Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan. Ketika mereka memiliki kekebalan, risiko penularan ke pasien maupun sebaliknya bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya. 

Menurutnya, pemberian vaksin tidak hanya bertujuan melindungi individu tenaga kesehatan, tetapi juga berperan penting dalam memutus rantai penyebaran campak di fasilitas kesehatan yang menjadi titik rawan penularan.

Baca juga: Bolehkah Penderita Hipertensi Minum Kopi? Ini Batas Aman dan Tips Konsumsinya

Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Sistem kerja shift yang diterapkan di rumah sakit membuat sebagian tenaga kesehatan belum dapat mengikuti vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Pelaksanaan masih terbatas waktu, karena vaksinasi dilakukan pagi hingga siang. Ke depan, kami akan atur strategi agar seluruh sasaran bisa terjangkau,” ungkapnya.

Fokus Kepada Nakes

Saat ini, vaksinasi masih difokuskan pada tenaga kesehatan di rumah sakit milik pemerintah. Sementara itu, tenaga kesehatan di puskesmas belum masuk dalam prioritas, dan pelaksanaan di rumah sakit swasta masih menunggu petunjuk dari Kementerian Kesehatan.

Di sisi lain, vaksinasi campak untuk masyarakat umum juga belum bisa digelar dalam waktu dekat. Keterbatasan stok vaksin menjadi salah satu faktor utama, sehingga Dinkes memilih memprioritaskan kelompok berisiko tinggi terlebih dahulu.

Baca juga: Kacang Kapri, Superfood Kaya Serat yang Bantu Cegah Diabetes dan Jaga Kesehatan Jantung

Langkah ini diambil menyusul adanya kasus campak berat yang bahkan berujung kematian di lingkungan rumah sakit, sehingga perlindungan terhadap tenaga kesehatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Diharapkan, program ini dapat memperkuat sistem perlindungan kesehatan secara menyeluruh, sekaligus memastikan layanan medis tetap berjalan optimal tanpa risiko penularan penyakit.

“Kalau tenaga kesehatan terlindungi, pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih aman. Ini bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama,” pungkas Samsiyah.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: