Banner Utama

Jawa Tengah Bersiap Hadapi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026

Daerah
By Vivin  —  On Feb 26, 2026
Caption Foto : Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko. (Foto : Dok. Redaksi Orbit-News.com).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mematangkan berbagai langkah antisipatif menjelang arus mudik Lebaran 2026. Provinsi ini diproyeksikan kembali menjadi tujuan utama pemudik, dengan estimasi kedatangan mencapai 38,71 juta orang.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan proyeksi tersebut mengacu pada survei nasional Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan. Secara khusus, pihaknya memperkirakan sekitar 17,7 juta orang akan benar-benar masuk dan melintas di wilayah Jawa Tengah selama periode mudik.

Menurut Arief, besarnya arus kedatangan membuat pemerintah daerah harus memperkuat kesiapan layanan transportasi dan pengawasan lapangan. Ia menilai Jawa Tengah masih menjadi magnet utama pemudik secara nasional.

“Jumlah pemudik yang menuju Jawa Tengah sangat signifikan, bahkan secara nasional porsinya lebih dari 40 persen,” kata Arief, Kamis (26/2/2026).

Sebagai langkah pengamanan, posko Lebaran akan beroperasi lebih panjang, mulai H-8 atau 13 Maret hingga H+7 pada 30 Maret 2026. Perpanjangan masa operasi ini disesuaikan dengan prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 14 dan 17 Maret.

Baca juga: Perbaikan Jalan Semarang–Godong Dikebut, Target Fungsional Sebelum Arus Mudik

Pemantauan lalu lintas akan diperkuat melalui jaringan CCTV di sejumlah titik rawan kemacetan dan kawasan ramai. Beberapa lokasi yang menjadi fokus antara lain Pasar Gombong, Simpang Ketanggungan, Lingkar Bumiayu, Wangon, Buntu, Bawen, Exit Tol Prambanan, kawasan wisata Bandungan, Simpang Dieng, hingga ruas Bayeman–Purbalingga.

Faktor Cuaca

Selain kepadatan kendaraan, pemerintah juga memonitor faktor cuaca menggunakan perangkat pengindera jarak jauh. Langkah ini diambil karena curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih tergolong tinggi. Akses CCTV secara daring nantinya juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time.

Di sektor infrastruktur, Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan DPUPR guna memastikan kemantapan jalan provinsi. Perbaikan ruas yang mengalami penurunan kualitas akibat hujan terus dikebut menjelang masa mudik.

Pengawasan kelaikan armada angkutan umum juga diperketat melalui ramp check. Pemeriksaan dilakukan terhadap bus reguler, armada mudik gratis Pemprov, serta kendaraan di Terminal Tipe A dan Tipe B. Kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan dipastikan tidak boleh beroperasi.

Baca juga: D’Modifest 2026 Semarang Menggelegar, Panggung Modest Fashion Jateng Siap Tembus Pasar Dunia

“Ramp check dilakukan H-1 sebelum keberangkatan. Jika kendaraan tidak laik, pasti tidak diizinkan jalan,” tegas Arief.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, asal pemudik terbesar berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, disusul DKI Jakarta 19,93 juta orang, dan Jawa Timur 17,12 juta orang. Sementara dari sisi tujuan, Jawa Tengah menempati posisi teratas dengan 38,71 juta orang.

Dari pilihan moda transportasi, mobil pribadi masih mendominasi dengan 76,24 juta pengguna, diikuti sepeda motor 24,08 juta orang dan bus 23,34 juta orang. Pengguna mobil mayoritas memilih jalur tol, sedangkan pemudik sepeda motor cenderung menggunakan jalur alternatif nonutama.

Menutup pernyataannya, Arief mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan keselamatan selama perjalanan mudik. Ia meminta pemudik memastikan kondisi fisik, kendaraan, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebelum berangkat.

Baca juga: Siswa Difabel Unjuk Bakat di D’Modifest 2026, Wagub Jateng Beri Apresiasi

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: