ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN — Kabupaten Kebumen kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan bentang alam karst terbaik di Jawa Tengah. Salah satu destinasi yang kian menarik perhatian wisatawan adalah Gua Petruk, sebuah gua alam yang berada di Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, dan menjadi bagian dari kawasan Karst Gombong Selatan.
Baca juga: Hutan Pinus Sawangan, Pelarian Sejuk dari Hiruk Pikuk Kota Purwokerto
Terletak sekitar 6 kilometer dari Gua Jatijajar dan berjarak kurang lebih 49 kilometer dari pusat Kota Kebumen, Gua Petruk berada pada kawasan perbukitan kapur dengan ketinggian sekitar 25 meter di atas permukaan laut. Nama gua ini diambil dari tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa, Petruk, yang konon tercermin dari bentuk salah satu batuan di dalam gua.
Secara geologis, Gua Petruk memiliki karakteristik yang unik. Kompleks gua ini tersusun atas tiga tingkat topografi dengan posisi dan ketinggian berbeda. Gua utama berada pada elevasi sekitar 175 meter di atas permukaan laut, sementara dua gua lainnya berada di ketinggian 24 dan 32 meter. Ketiganya menghadap ke arah barat dan membentuk lembah alami menyerupai huruf “U”, yang dikelilingi endapan talus hasil pelapukan batuan gamping.
Baca juga: Unsoed Gandeng Purbasari, Kembangkan Wisata Edukasi Berbasis Riset dan MBKM
Akses menuju lokasi terbilang mudah. Jalan beraspal menghubungkan Gua Petruk dengan kawasan wisata Gua Jatijajar. Setelah berjalan sekitar 350 meter dari area parkir, pengunjung akan disuguhi pemandangan perbukitan batu gamping yang menjulang dengan variasi warna alami. Tak hanya itu, kawasan ini juga menyimpan fosil-fosil purba yang menambah nilai edukasi sekaligus daya tarik visual, terutama bagi wisatawan yang gemar fotografi alam.
Di dalam gua, lorong-lorong sepanjang sekitar 664 meter membentang dengan langit-langit tinggi dan ruang-ruang besar yang menawan. Stalaktit menggantung dari atap gua, sementara stalagmit dan ornamen lain yang diselimuti lumut hijau menciptakan suasana alami yang eksotis. Di bagian dasar gua, sedimen fosfat dari guano kelelawar serta aliran sungai bawah tanah dengan air jernih menjadi elemen penting ekosistem gua yang masih terjaga.
Baca juga: Kemit Forest, Oase Wisata Alam di Perbukitan Cilacap yang Tawarkan Petualangan dan Relaksasi
Pengelola kawasan wisata Gua Petruk menekankan pentingnya keselamatan sekaligus pelestarian lingkungan. Wisatawan yang hendak menjelajah gua difasilitasi perlengkapan seperti headlamp dan sepatu boot untuk menunjang aktivitas susur gua. Pengunjung juga diimbau untuk tidak merusak ornamen alami gua demi menjaga keseimbangan ekosistem yang terbentuk selama ribuan tahun.
Dengan kombinasi keindahan alam, nilai geologi, serta akses yang relatif mudah, Gua Petruk tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga menjadi ruang edukasi alam yang memperkenalkan kekayaan karst Kebumen kepada publik. Destinasi ini menjadi bukti bahwa pesona alam tersembunyi masih dapat ditemukan dan dinikmati, selama dijaga dengan penuh kesadaran.
Baca juga: Pantai Surumanis, Surga Tersembunyi di Selatan Kebumen yang Masih Alami