ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Dalam kepercayaan Primbon Jawa, terdapat sejumlah weton yang diyakini memiliki kepekaan batin lebih tinggi dibandingkan weton lainnya. Kepercayaan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dipercaya oleh sebagian masyarakat hingga kini.
Namun, penting dipahami bahwa anggapan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan budaya Jawa, bukan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan seseorang memiliki kemampuan melihat atau berinteraksi dengan dunia gaib hanya karena weton kelahirannya.
Jumat Kliwon
Jumat Kliwon menjadi salah satu weton yang paling sering dikaitkan dengan kemampuan spiritual. Pemilik weton ini dipercaya memiliki intuisi yang tajam, firasat yang kuat, serta lebih peka terhadap energi di sekitarnya. Dalam berbagai kisah masyarakat, Jumat Kliwon juga kerap dikaitkan dengan laku spiritual.
Selasa Kliwon
Baca juga: Tak Perlu Mahal, Masakan Rumahan Sederhana Ini Bisa Bikin Nasi Nambah
Selasa Kliwon dipercaya memiliki karakter pemberani dan batin yang kuat. Menurut Primbon, mereka dinilai lebih mudah merasakan firasat atau menangkap tanda-tanda yang dianggap bersifat spiritual.
Kamis Kliwon
Weton Kamis Kliwon juga sering disebut memiliki kepekaan batin. Sebagian masyarakat percaya pemilik weton ini memiliki kemampuan membaca suasana, lebih peka terhadap perubahan energi, dan sering mengalami mimpi yang dianggap memiliki makna tertentu.
Minggu Legi
Dalam sejumlah penafsiran Primbon, Minggu Legi dikaitkan dengan pribadi yang memiliki intuisi tinggi. Mereka dipercaya lebih mudah merasakan hal-hal yang tidak disadari oleh kebanyakan orang, meski tidak selalu berkaitan dengan hal gaib.
Baca juga: Weton Wage Disebut Keramat, Ini Makna dan Kepercayaan yang Hidup dalam Tradisi Jawa
Senin Wage
Senin Wage juga termasuk weton yang dalam sebagian tradisi dipercaya memiliki naluri batin yang kuat. Pemilik weton ini disebut lebih mudah menangkap firasat dan memiliki perasaan yang sensitif terhadap lingkungan sekitar.
Warisan Budaya, Bukan Kepastian
Budayawan menegaskan bahwa penafsiran mengenai weton berasal dari Primbon Jawa yang merupakan warisan budaya dan sistem kepercayaan tradisional. Kepercayaan tersebut tidak dapat dijadikan ukuran pasti mengenai kemampuan spiritual seseorang.
Karakter, pengalaman hidup, lingkungan, pendidikan, dan keyakinan seseorang jauh lebih berpengaruh dalam membentuk kepribadian. Karena itu, pembahasan mengenai weton sebaiknya dipandang sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang menarik untuk dipelajari, bukan sebagai kebenaran yang mutlak. (*)
Baca juga: Hukum Tabur Tuai dalam Merawat Orangtua, Benarkah Kebaikan Akan Kembali Saat Kita Tua?
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.