ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) semakin memperkuat langkahnya menuju kampus berkelas dunia. Tahun ini, sebanyak 33 mahasiswa internasional dari 19 negara memilih UMP sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi. Kehadiran mahasiswa mancanegara tersebut menjadi bagian dari Campus Life and Academic Program (CLAP) 2026 yang digelar Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMP.
Puluhan mahasiswa tersebut datang dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Afrika, Asia, hingga negara-negara lainnya. Mereka berasal dari Madagascar, Nigeria, Tanzania, Tajikistan, Kyrgyzstan, Afrika Selatan, Ekuador, Mali, Ghana, Zambia, Bangladesh, Kamboja, Yaman, Sudan, Timor Leste, Myanmar, Togo, Thailand, Komoro, dan India.
Mereka menempuh pendidikan di UMP melalui beragam skema pembiayaan. Di antaranya Beasiswa Rektor UMP, kerja sama dengan sekolah mitra di Thailand, beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Darmasiswa, kerja sama beasiswa dengan pemerintah negara mitra, hingga jalur pembiayaan mandiri.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di UMP sekaligus memperluas jejaring kerja sama perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut dengan institusi dan pemerintah dari berbagai negara.
Kepala BKUI UMP, Condro Nur Alim mengatakan, CLAP bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru dari luar negeri. Program tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa internasional untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus kehidupan sosial dan budaya di Purwokerto.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
"Jadi tahun ini, kita memiliki mahasiswa internasional dari berbagai negara, jadi totalnya ada 33 mahasiswa datang dari 19 negara berbeda," jelas Condro.
Menurut dia, keberadaan mahasiswa internasional menjadi salah satu indikator semakin luasnya jangkauan program internasionalisasi UMP. Karena itu, BKUI tidak hanya berupaya menambah jumlah mahasiswa asing, tetapi juga mendorong semakin banyak mahasiswa memperoleh dukungan pendanaan dari luar kampus.
Saat ini, UMP tengah menjajaki komunikasi dengan sejumlah pemerintah negara lain untuk membuka peluang kerja sama beasiswa.
"Kami sedang membangun komunikasi intensif dengan pemerintah luar negeri, dengan skema yang mirip seperti kerja sama kita bersama Pemerintah negara sebelumnya. Target kami, minimal 25 persen mahasiswa internasional mendapatkan pendanaan dari luar kampus. Semoga langkah ini makin menarik minat mahasiswa mancanegara untuk menimba ilmu di UMP," tegasnya.
Rektor Sambut Mahasiswa Internasional
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Sementara itu, Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso menyambut kedatangan mahasiswa internasional tersebut sebagai bagian penting dari upaya kampus membangun lingkungan pendidikan yang semakin terbuka terhadap dunia. Ia mengajak mahasiswa dari berbagai negara tidak hanya mengejar pencapaian akademik selama berada di UMP, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal Indonesia, khususnya Purwokerto dan budaya masyarakat setempat.
"Dan kepada mahasiswa internasional kami, selamat datang di Indonesia, selamat datang di Purwokerto dan juga selamat datang di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. UMP adalah universitas dengan komitmen yang kuat untuk internasionalisasi dan juga pergaulan global," tuturnya.
Menurutnya, keberagaman mahasiswa justru dapat menjadi kekuatan bagi perguruan tinggi. Interaksi mahasiswa dari berbagai negara dinilai mampu menghadirkan perspektif, pengalaman, pengetahuan, serta gagasan baru di lingkungan kampus.
"Kehadiran mahasiswa membawa warna, ide, dan pengetahuan baru bagi kampus kami. Kami berharap mahasiswa internasional tidak hanya meraih sukses akademik, tetapi juga menikmati keindahan budaya Indonesia dan menjadi 'ambasador persahabatan' yang menjembatani UMP dengan negara asal Anda menuju World Class University," pungkasnya.
Melalui CLAP 2026, UMP ingin memastikan internasionalisasi kampus tidak berhenti pada bertambahnya jumlah mahasiswa asing. Lebih dari itu, keberadaan mahasiswa dari berbagai negara diharapkan menciptakan ruang interaksi lintas budaya yang memperkaya pengalaman akademik seluruh sivitas akademika. Dengan 33 mahasiswa dari 19 negara yang hadir tahun ini, UMP sekaligus menunjukkan upayanya membangun lingkungan pendidikan yang semakin inklusif dan memiliki koneksi global. (*)
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.