ORBIT-NEWS.COM, MAGELANG — Ribuan langkah dalam ajang Borobudur 100 tahun ini tidak hanya diarahkan untuk menaklukkan lintasan. Di balik event olahraga yang digelar di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, terselip misi sosial untuk membantu anak-anak penyandang cerebral palsy.
Borobudur 100 dijadwalkan berlangsung pada 19-20 Desember 2026 dengan target peserta mencapai 1.000 orang. Para peserta akan beradu ketahanan melalui sejumlah kategori lomba, mulai dari jarak 5 kilometer, 25 kilometer, 50 kilometer hingga tantangan terjauh 100 kilometer.
Namun, ada hal berbeda dalam penyelenggaraan event tersebut. Setiap peserta diwajibkan memberikan donasi paling lambat 10 Desember 2026. Donasi itu nantinya diarahkan untuk membantu kebutuhan medis maupun kebutuhan sehari-hari anak-anak penyandang cerebral palsy.
Project Director Borobudur 100, Fajar Ali Setyo Tirtonagoro mengatakan, konsep kegiatan memang dirancang agar olahraga dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. Ia menilai Borobudur 100 memiliki nilai lebih karena tidak hanya mengajak masyarakat menjaga kebugaran, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut membantu kelompok yang membutuhkan dukungan.
“Kami terima kasih sekali bahwa event ini juga membawa misi sosial yang luar biasa. Bagaimana mengumpulkan dana untuk donasi bagi anak-anak kita yang terkena cerebral palsy,” ujar Sumarno saat launching Borobudur 100 di Atrium Mall Artos Magelang, Sabtu (26/9/2026).
Baca juga: Final Indonesia vs Thailand: Garuda Tak Sempurna, tapi Punya Mental Juara
Menurut Sumarno, penyandang cerebral palsy membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Kebutuhan tersebut tidak sebatas pengobatan, tetapi juga mencakup makanan tambahan hingga akses transportasi yang mendukung mobilitas menuju fasilitas perawatan.
“Untuk penanganan anak-anak kita ini butuh dukungan untuk perawatan, untuk pemberian makanan tambahan, juga mungkin untuk menuju tempat perawatan butuh kendaraan yang ramah disabilitas,” jelasnya.
Penyandang Disabilitas Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Ia menambahkan, persoalan sosial yang dihadapi penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memang memiliki kewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi dukungan dari komunitas, pelaku usaha, penyelenggara kegiatan, dan masyarakat juga dibutuhkan.
Karena itu, Sumarno berharap Borobudur 100 dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ia pun berharap konsep olahraga yang dipadukan dengan kegiatan sosial dapat mendorong semakin banyak masyarakat terlibat dalam aksi kemanusiaan.
Baca juga: Anak Belum Bisa Naik Sepeda? Balance Bike Bisa Jadi Langkah Awal, Ini Manfaatnya
“Kami berharap event-event seperti ini juga akan memberi motivasi kepada masyarakat untuk peduli sesama. Mudah-mudahan nanti juga menginspirasi masyarakat untuk lebih banyak berpartisipasi, lebih banyak peduli kepada saudara-saudara kita yang masih kurang beruntung,” kata Sumarno. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.