Pertamina Patra Niaga Kembangkan Ekonomi Pesisir Cilacap

Segara Kutawaru Jangkau 10 Ribu Warga
Caption Foto : Melalui program Segara Kutawaru (Sustainable Economic Agro-maritime Village of Kutawaru), PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Cilacap mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal menjadi sumber penghasilan. (Foto : Dok.Pertamin

ORBIT-NEWS.COM, CILACAP – Pemanfaatan mangrove, pengembangan wisata pemancingan, pengolahan sampah plastik, hingga pertanian berkelanjutan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kelurahan Kutawaru, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Melalui program Segara Kutawaru (Sustainable Economic Agro-maritime Village of Kutawaru), PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Cilacap mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal menjadi sumber penghasilan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dimulai sejak 2022 ini mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi dengan pelestarian ekosistem pesisir. Hingga 2026, Segara Kutawaru telah memberikan manfaat langsung kepada 255 orang melalui lima kelompok binaan. Sementara itu, jumlah penerima manfaat tidak langsung mencapai sekitar 10.605 orang.

Salah satu hasil yang terlihat adalah upaya pelestarian mangrove oleh Kelompok Pelestari Mangrove Sida Asih. Kelompok tersebut telah menanam 18.500 bibit mangrove untuk mendukung perlindungan kawasan pesisir.

Di sektor pariwisata, Kelompok Nelayan Sembir mengembangkan wisata pemancingan yang turut meningkatkan daya tarik Kutawaru. Inisiatif tersebut mencatat kenaikan kunjungan wisatawan hingga 64,3 persen.

Baca juga: Investasi Tanah atau Emas, Mana yang Lebih Menguntungkan? Ini Kelebihan dan Risikonya

Pemberdayaan juga menyasar sektor pertanian. Kelompok Tani Margo Rukun memperoleh pelatihan pertanian berkelanjutan, tiga unit sumur irigasi, serta dua mesin perontok padi guna mendukung produktivitas kegiatan pertanian masyarakat.

Sementara itu, Bank Sampah Kutawaru (BaPaKu) mengelola sekitar 3,68 ton sampah anorganik. Sebanyak 1,87 ton di antaranya berupa segel plastik yang diolah melalui inovasi Furnicle menjadi produk furnitur, seperti meja dan kursi.

Pemanfaatan energi terbarukan turut menjadi bagian dari program tersebut. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang digunakan dalam kegiatan program mampu mendukung efisiensi energi hingga 787 kWh per bulan.

Kembangkan Usaha Secara Mandiri

Area Manager Communication, Relations & CSR Jawa Bagian Tengah (JBT) Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan mengatakan, Segara Kutawaru dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG

“Melalui Segara Kutawaru, Pertamina Patra Niaga ingin mendorong masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga lingkungan. Hingga saat ini, total bantuan yang telah disalurkan Pertamina Patra Niaga untuk Program Segara Kutawaru mencapai Rp787.000.000. Kami berharap penguatan keterampilan, kelembagaan, dan kolaborasi dapat memastikan manfaat program terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Taufiq.

Dampak ekonomi program tersebut juga dirasakan oleh Sutiyono, local hero Segara Kutawaru yang aktif menggerakkan pemberdayaan warga. Menurut dia, pendampingan dan dukungan yang diberikan telah membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengembangkan usaha berdasarkan potensi wilayah.

Salah satu contoh terlihat pada wisata pemancingan TCIPARU yang dikelola kelompok masyarakat. Pendapatan dari usaha tersebut meningkat dari sekitar Rp700.000 menjadi Rp4.150.000 per bulan.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan pendampingan Pertamina Patra Niaga. Bantuan yang diberikan telah membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka peluang usaha baru. Harapannya, kelompok-kelompok yang sudah terbentuk semakin mandiri sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi berikutnya,” ungkap Sutiyono.

Memasuki 2027, Segara Kutawaru diarahkan pada tahap penguatan menuju kemandirian. Pertamina Patra Niaga mendorong pengembangan usaha, peningkatan kapasitas kelompok, serta perluasan akses pasar agar kegiatan ekonomi yang telah tumbuh dapat terus berjalan.

Baca juga: Pemkab Kebumen Pangkas Anggaran Hibah dan Bansos Rp26,96 Miliar

Program ini sekaligus mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusinya mencakup tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan ke-14 tentang ekosistem lautan.

Melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, Segara Kutawaru menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat pesisir Cilacap meningkatkan pendapatan tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: