Caption Foto : UIN Saizu Purwokerto berkolaborasi dengan Prudential dan FP One menggelar seminar literasi keuangan. (Foto : Hermiana E. Effendi).
ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri KH. Prof. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berkolaborasi dengan Prudential dan FP One dalam upaya memperkuat literasi serta inklusi keuangan di kalangan mahasiswa. Melalui seminar yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan business talk, para mahasiswa mendapatkan edukasi langsung mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang tepat sejak usia muda.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran finansial sejak dini, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori ekonomi dan bisnis di ruang perkuliahan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun saat memasuki dunia kerja dan berkeluarga di masa mendatang.
Dosen FEBI UIN Saizu Purwokerto, Ida Puspita Rini mengatakan, pada penyelenggaraan seminar yang kedua ini, pihaknya memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa perempuan agar memperoleh edukasi keuangan secara langsung dari praktisi.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan keluarga setelah memasuki jenjang pernikahan. Karena itu, pemahaman mengenai literasi keuangan perlu dibangun sejak masih berada di bangku kuliah.
“Mahasiswa sangat antusias mengikuti edukasi ini, banyak pertanyaan yang mereka sampaikan dan Prudential memberikan pemaparan dengan sangat baik dan jelas,” ungkap Ida.
Ia menjelaskan, saat ini asuransi menjadi salah satu instrumen penting yang perlu masuk dalam prioritas perencanaan keuangan keluarga. Kehadiran asuransi dinilai mampu membantu menghadapi berbagai risiko finansial, mulai dari kebutuhan kesehatan hingga berbagai kejadian tak terduga lainnya. Selain itu, Ida menekankan pentingnya konsistensi dalam menyusun dan menjalankan anggaran keuangan agar tujuan finansial dapat tercapai dengan baik.
“Harus ada konsistensi dalam budgeting, karena itulah literasi keuangan harus dibangun sejak mereka masih kuliah, terlebih untuk FEBI yang memang selaras dengan hal tersebut,” terangnya.
Caption : Caption Foto : Business takl FP One Purwokerto bersama para mahasiswa. (Foto : Hermiana E. Effendi).
Sebagai tindak lanjut dari seminar yang telah digelar di lingkungan kampus, FP One mengadakan kegiatan business talk yang diikuti lebih dari 60 mahasiswa FEBI UIN Saizu Purwokerto.
Owner FP One Purwokerto, Kartika Widjaya, menyebut program ini merupakan pilot project pertama yang menyasar kalangan perguruan tinggi. Ia mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan UIN Saizu Purwokerto dalam menyukseskan program tersebut.
“Ini akan menjadi batch pertama kelas dari mahasiswa. Dalam prosesnya, pasti ada seleksi dan tim trainer dari Prudential pusat akan turun langsung memberikan materi serta pendampingan kepada para mahasiswa ini,” jelas Kartika.
Ia menambahkan, FP One memiliki komitmen untuk mendorong tumbuhnya kesadaran dan literasi keuangan dalam keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui kolaborasi bersama Prudential, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga kesempatan untuk memahami praktik bisnis secara langsung yang relevan dengan bidang studi mereka.
“Melalui program ini, mahasiswa dapat membangun literasi keuangan sekaligus mendapatkan pengalaman praktik bisnis yang sesuai dengan jurusan perkuliahan mereka,” katanya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa FEBI UIN Saizu Purwokerto, Anisa, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti seminar literasi keuangan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan.
“Ini merupakan hal baru dan saya menjadi lebih terbuka, apa saja yang harus menjadi prioritas untuk usia mahasiswa seperti saya, bagaimana berbisnis yang syariah dan lainnya,” ucap Anisa.
Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan industri keuangan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang memiliki pemahaman kuat mengenai literasi keuangan, perencanaan keuangan keluarga, hingga pengelolaan risiko. Dengan bekal tersebut, generasi muda tidak hanya siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya masyarakat yang lebih cerdas dan mandiri secara finansial. (*)