Kick Off Bulan Inklusi Keuangan 2026, OJK Purwokerto Perluas Akses Keuangan dan Permodalan UMKM di Banyumas Raya

Caption Foto : OJK Purwokerto menggelar Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Banjarnegara. (Foto : Dok. OJK Purwokerto).

ORBIT-NEWS.COM, BANJARNEGARA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto terus mendorong pemerataan akses layanan keuangan bagi masyarakat melalui pelaksanaan Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan sekaligus memperluas akses tabungan dan pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari mengatakan, Bulan Inklusi Keuangan merupakan bagian dari komitmen nasional untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan target indeks inklusi keuangan Indonesia sebesar 98 persen pada 2045, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, indeks literasi keuangan Indonesia tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

"Capaian tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat agar akses terhadap layanan keuangan diikuti kemampuan memilih dan menggunakan produk keuangan secara tepat," kata Dinavia.

OJK bersama kementerian dan lembaga terkait serta Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menjadikan Oktober sebagai momentum pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Baca juga: Kebun Raya Baturraden, Wisata Alam di Lereng Gunung Slamet dengan Pemandangan Memukau

BIK 2026 mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”. Pelaksanaannya dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak dari industri perbankan, pasar modal, industri keuangan nonbank, perusahaan perdagangan elektronik, serta satuan kerja OJK di pusat dan daerah.

OJK Purwokerto Gelar 15 Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Di wilayah kerja Kantor OJK Purwokerto, Kick Off BIK 2026 diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan berlangsung serentak di wilayah eks Karesidenan Banyumas melalui 15 agenda literasi dan inklusi keuangan, salah satunya di Pendopo Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.

Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti 840 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, pelaku UMKM, serta ibu rumah tangga dan perempuan.

Rangkaian BIK 2026 di wilayah kerja OJK Purwokerto juga mencakup edukasi literasi dan inklusi keuangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kegiatan edukasi bagi anggota Kelompok Swadaya Masyarakat di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (KSM TPST). Puncak kegiatan BIK 2026 direncanakan berlangsung dalam bentuk Financial Expo (FinExpo) untuk mendekatkan produk dan layanan jasa keuangan kepada masyarakat. 

Baca juga: 48 Siswa SD Kalipagu Belajar Keselamatan Kereta Api di Ajang KAI Mengajar

Salah satu bentuk nyata perluasan akses keuangan dalam Kick Off BIK 2026 adalah penyerahan bantuan pembukaan rekening tabungan dan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM.

Sekda Banjarnegara, Hendro Cahyono, mengapresiasi OJK Purwokerto atas penyelenggaraan BIK 2026 di Kecamatan Pandanarum. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan literasi keuangan masyarakat, terutama pelajar dan pelaku usaha, sehingga mereka semakin memahami manfaat layanan keuangan formal.

"Berdasarkan data Bagian Perekonomian Kabupaten Banjarnegara, potensi perluasan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mencakup 70.330 siswa SD negeri dan swasta, 32.166 siswa SMP, 8.918 siswa SMA, serta 4.408 siswa SMK," terangnya.

Selain kalangan pelajar, potensi inklusi keuangan juga berasal dari kelompok usaha dan masyarakat yang bekerja di berbagai sektor. Data yang disampaikan mencatat potensi UMKM sebagai nasabah kredit sebanyak 75.924 orang, sektor pertanian hortikultura 997 orang, perkebunan 11.296 orang, peternak 3.350 orang, serta buruh ternak 161 orang. Besarnya potensi tersebut menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan tabungan dan pembiayaan formal di Kabupaten Banjarnegara. 

Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan pemanfaatan layanan perbankan di Kabupaten Banjarnegara telah menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Hingga semester I 2026, jumlah rekening Simpanan Pelajar (Simpel) tercatat sebanyak 18.850 rekening dengan total nominal simpanan mencapai Rp11.271.106.964 atau sekitar Rp11,27 miliar.

Baca juga: Dua Dosen UIN Saizu Purwokerto Mengajar di Filipina, Perkuat Jejaring Akademik Asia Tenggara

Sementara itu, rekening reguler selama Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 1.409 rekening dengan nominal sekitar Rp1,821 miliar. Untuk tabungan umum, jumlah rekening mencapai 140.066 dengan total nominal simpanan sebesar Rp677,2 miliar. Adapun kredit UMKM tercatat menjangkau 52.170 orang dengan nilai mencapai Rp1,1 triliun.

Hendro berharap pelaksanaan BIK 2026 dapat memperkuat pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan, membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah, serta mendorong pelaku UMKM memanfaatkan pembiayaan formal sesuai kebutuhan usaha.

"Melalui perluasan akses dan peningkatan literasi keuangan, masyarakat diharapkan tidak hanya lebih mudah memperoleh layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih produk yang aman, memahami risikonya, dan terhindar dari penipuan serta kejahatan keuangan," ucapnya. (*)


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: