ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Jumlah penumpang Bus Trans Banyumas mulai kembali normal setelah sempat berhenti beroperasi selama 20 hari. Memasuki hari ke-11 sejak kembali melayani masyarakat, jumlah penumpang Trans Banyumas kini rata-rata mencapai 6.500 hingga 7.000 orang per hari.
Angka tersebut menunjukkan tren positif setelah pada awal kembali beroperasi jumlah penumpang masih berada di kisaran 6.000 orang per hari. Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat mulai kembali mengandalkan Trans Banyumas sebagai salah satu moda transportasi umum di Banyumas.
Direktur PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun mengatakan, jumlah penumpang Trans Banyumas sebelum bus berhenti beroperasi berada di kisaran 7.500 hingga 8.000 orang per hari. Saat ini, jumlah tersebut mulai didekati kembali.
“Awal beroperasi, jumlah penumpang memang menurun, hanya kisaran 6.000 orang per hari. Tetapi sekarang mulai berangsur normal kembali,” tutur Ipoeng kepada Orbit-News.com, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan data Trans Banyumas, jumlah penumpang pada Kamis (24/9/2026) sudah mencapai sekitar 7.000 orang. Jumlah serupa juga tercatat pada Senin (28/9/2026), dengan total penumpang mencapai 7.000 orang dalam sehari.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Ipoeng menyebut, meningkatnya kembali jumlah penumpang tidak terlepas dari semakin luasnya informasi mengenai Trans Banyumas yang kembali beroperasi. Masyarakat yang sebelumnya sempat berhenti menggunakan layanan tersebut mulai kembali memanfaatkan transportasi umum tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Aktivasi Tarif Khusus Trans Banyumas Banyak Diminati
Selain meningkatnya jumlah penumpang, upaya manajemen Trans Banyumas melakukan jemput bola kepada calon penumpang melalui layanan aktivasi tarif khusus juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Layanan aktivasi tarif khusus tersebut dibuka di sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat. Salah satunya di Terminal Kejawar, Kecamatan Banyumas.
Selama dua hari membuka layanan aktivasi di Terminal Kejawar, tercatat lebih dari 100 orang melakukan aktivasi. Aktivasi tersebut mencakup pengguna baru maupun masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki kartu tetapi perlu melakukan aktivasi kembali.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Antusiasme serupa juga terlihat ketika layanan aktivasi dibuka dalam momentum Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Purwokerto pada Minggu lalu. Hanya dalam waktu sekitar empat jam, sebanyak 70 orang tercatat melakukan aktivasi tarif khusus Trans Banyumas.
“Kita membuka layanan aktivasi pada tiga lokasi, yaitu di Terminal Kejawar, Alun-Alun Purwokerto dan Stasiun Purwokerto. Hasilnya cukup bagus. Selain itu, kita juga membuka layanan aktivasi di kantor Trans Banyumas setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB,” terang Ipoeng.
Layanan jemput bola tersebut menjadi salah satu upaya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses terhadap tarif khusus Trans Banyumas. Kehadiran layanan aktivasi di lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat juga membuat proses pendaftaran maupun aktivasi kartu menjadi lebih mudah.
Dengan jumlah penumpang yang mulai mendekati kondisi sebelum penghentian operasional dan tingginya minat masyarakat melakukan aktivasi tarif khusus, Trans Banyumas kini perlahan kembali menemukan ritme pelayanannya.
Jika tren tersebut terus berlanjut, kembalinya penumpang menuju kisaran 7.500 hingga 8.000 penumpang per hari bisa dicapai dalam 5-10 hari ke depan. Hal tersebut juga menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum yang mudah diakses dan terjangkau masih cukup tinggi di Banyumas. (*)
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.