ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Hidup sering terasa seperti perlombaan. Bangun pagi mengejar pekerjaan, siang menghadapi berbagai urusan, malam masih sibuk dengan ponsel dan media sosial. Tanpa disadari, tubuh berada di satu tempat, tetapi pikiran terus berlari ke mana-mana.
Padahal, hidup yang tenang bukan berarti tidak memiliki masalah. Ketenangan justru muncul ketika seseorang mampu menghadapi persoalan tanpa membiarkan pikirannya terus-menerus dikuasai kecemasan.
Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat hidup terasa lebih ringan.
Belajar Tidak Memikirkan Semuanya
Tidak semua persoalan harus diselesaikan dalam satu waktu. Memaksakan diri memikirkan banyak hal sekaligus justru dapat membuat pikiran semakin penuh.
Baca juga: Investasi Tanah atau Emas, Mana yang Lebih Menguntungkan? Ini Kelebihan dan Risikonya
Cobalah membedakan mana yang memang bisa dikendalikan dan mana yang berada di luar kendali. Fokus pada hal yang bisa dilakukan hari ini, sementara hal-hal yang belum bisa diselesaikan dapat dipikirkan kembali ketika waktunya tiba.
Kurangi Kebiasaan Membandingkan Diri
Media sosial sering membuat seseorang melihat kehidupan orang lain hanya dari sisi terbaiknya. Kesuksesan, liburan, rumah, pekerjaan hingga pencapaian orang lain dapat membuat diri sendiri merasa tertinggal.
Padahal, setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.
Mengurangi waktu melihat konten yang membuat diri merasa tidak cukup dapat membantu menjaga pikiran tetap sehat. Sesekali, jauhkan ponsel dan nikmati kehidupan yang benar-benar sedang dijalani.
Baca juga: Gempa Bumi Kerap Terjadi, Benarkah Cuaca Panas dan Perilaku Hewan Jadi Pertanda?
Beri Ruang untuk Diri Sendiri
Ketenangan juga membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak.
Tidak harus melakukan perjalanan jauh. Berjalan kaki, membaca buku, menikmati secangkir minuman hangat, berkebun, mendengarkan musik atau sekadar duduk tanpa melakukan apa pun bisa menjadi kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat.
Waktu sendiri bukan berarti kesepian. Justru, momen tersebut dapat menjadi kesempatan untuk kembali mengenali apa yang sebenarnya dibutuhkan.
Jangan Takut Berkata "Tidak"
Baca juga: Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi dan Siapkan Rumah Oksigen
Terlalu sering mengatakan “iya” demi menyenangkan orang lain dapat membuat diri sendiri kelelahan.
Menolak sesuatu yang memang tidak sanggup dilakukan bukan berarti egois. Ada kalanya menjaga batasan menjadi cara untuk menjaga waktu, tenaga dan ketenangan diri.
Tidur dan Istirahat yang Cukup
Pikiran yang lelah sering membuat masalah kecil terasa jauh lebih besar. Karena itu, tidur yang cukup dan memiliki waktu istirahat yang teratur menjadi bagian penting dari kehidupan yang lebih tenang.
Jangan menganggap istirahat sebagai kemalasan. Tubuh dan pikiran membutuhkan jeda agar dapat kembali bekerja dengan baik.
Baca juga: Program UHC Banyumas Dipastikan Cut Off Sejak Diberlakukan Aturan Desil
Pada akhirnya, hidup tenang bukan tentang memiliki kehidupan yang sempurna tanpa masalah. Ketenangan lebih banyak berbicara tentang bagaimana seseorang memilih merespons apa yang terjadi.
Tidak semua hal harus dikejar. Tidak semua perkataan harus dipikirkan. Tidak semua masalah harus diselesaikan hari ini.
Terkadang, hidup menjadi lebih ringan ketika kita belajar berhenti sejenak, menarik napas, lalu menyadari bahwa tidak apa-apa berjalan lebih pelan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.