ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Tagihan listrik tiba-tiba membengkak padahal merasa penggunaan peralatan elektronik di rumah tidak banyak? Bisa jadi penyebabnya justru berasal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele.
Banyak orang hanya memperhatikan perangkat elektronik ketika sedang digunakan. Televisi dimatikan, lampu dipadamkan, atau komputer tidak lagi dipakai. Namun, sejumlah perangkat masih tetap terhubung dengan sumber listrik melalui colokan.
Kebiasaan tersebut memang tidak selalu membuat konsumsi listrik melonjak drastis dalam waktu singkat. Namun, jika banyak perangkat dibiarkan terhubung selama berjam-jam setiap hari, konsumsi listrik yang kecil sekalipun dapat terakumulasi dan ikut memengaruhi tagihan bulanan.
Tidak Mencabut Colokan Setelah Digunakan
Salah satu kebiasaan yang sering luput adalah membiarkan charger, televisi, komputer, printer, microwave, hingga perangkat elektronik lainnya tetap terhubung ke stop kontak.
Baca juga: Cara Memulai Hidup Sehat dari Kebiasaan Sederhana
Beberapa perangkat masih menggunakan daya dalam kondisi standby. Istilah yang sering digunakan adalah standby power atau vampire power, yakni konsumsi listrik ketika perangkat tidak sedang digunakan secara aktif tetapi masih terhubung dengan sumber listrik.
Charger ponsel yang sudah tidak digunakan memang umumnya hanya mengonsumsi daya dalam jumlah kecil. Namun, persoalannya bukan pada satu charger saja.
Bayangkan jika di rumah terdapat charger ponsel, televisi, perangkat Wi-Fi, komputer, printer, speaker, dan berbagai perangkat lainnya yang terus terhubung sepanjang hari. Kebiasaan tersebut berlangsung setiap hari dan selama berbulan-bulan.
Karena itu, mencabut perangkat yang memang tidak diperlukan menjadi salah satu kebiasaan sederhana untuk membantu mengendalikan konsumsi listrik.
Televisi Hanya Dimatikan dengan Remote
Baca juga: 9 Kebiasaan Buruk yang Bikin Uang Cepat Habis, Akhir Bulan Cuma Bisa Makan Mi Instan
Mematikan televisi menggunakan remote bukan berarti seluruh sistem televisi benar-benar terputus dari listrik.
Pada banyak televisi modern, perangkat tetap berada dalam kondisi standby agar bisa menerima perintah dari remote dan menjalankan fungsi tertentu. Konsumsi dayanya biasanya kecil, tetapi tetap ada.
Jika televisi berada di ruangan yang jarang digunakan, mencabut colokan atau menggunakan stop kontak dengan sakelar dapat menjadi pilihan praktis.
AC Menjadi Salah Satu Penyumbang Terbesar
Berbeda dengan charger yang konsumsi dayanya relatif kecil, pendingin ruangan atau AC dapat memberikan pengaruh jauh lebih besar terhadap tagihan listrik.
Baca juga: Pentingnya Memilih Circle Pertemanan, Karena Lingkungan Bisa Menentukan Masa Depan
Kebiasaan menyalakan AC terlalu lama, mengatur suhu terlalu rendah, atau membiarkan pintu dan jendela terbuka ketika AC menyala dapat membuat perangkat bekerja lebih keras.
Membersihkan filter AC secara berkala juga penting. Filter yang kotor dapat menghambat aliran udara sehingga kinerja AC menjadi kurang optimal.
Daripada langsung mengatur suhu sangat rendah, penggunaan suhu yang nyaman dan sesuai kebutuhan dapat membantu penggunaan energi menjadi lebih efisien.
Lampu Menyala di Ruangan Kosong
Hal sederhana lainnya adalah lupa mematikan lampu. Kebiasaan meninggalkan lampu kamar, kamar mandi, dapur, atau teras menyala meskipun ruangan sedang tidak digunakan memang terlihat sepele. Namun, jika terjadi setiap hari dan berlangsung berjam-jam, konsumsi listriknya tetap bertambah.
Baca juga: Bukan Sekedar Kebiasaan, Suka Mengunyah Es Batu Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan
Membiasakan diri mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan merupakan langkah paling mudah dan tidak membutuhkan biaya tambahan.
Penggunaan lampu LED juga dapat menjadi pilihan karena umumnya lebih hemat energi dibandingkan lampu dengan teknologi yang lebih lama.
Kulkas Terlalu Sering Dibuka
Kulkas memang harus menyala sepanjang waktu. Karena itu, perangkat ini menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang konsumsi listriknya berlangsung terus-menerus.
Kebiasaan membuka pintu kulkas terlalu sering atau membiarkannya terbuka terlalu lama dapat membuat udara dingin keluar. Akibatnya, sistem pendingin harus bekerja kembali untuk mencapai suhu yang ditentukan.
Baca juga: Ingin Nikmati Masa Tua dengan Nyaman? Ini Kuncinya
Menata isi kulkas dengan rapi sehingga barang mudah ditemukan dapat membantu mengurangi kebiasaan membuka pintu kulkas terlalu lama.
Mesin Cuci dan Setrika Dipakai Berkali-kali
Peralatan pemanas seperti setrika membutuhkan daya listrik yang cukup besar ketika digunakan. Kebiasaan menyetrika sedikit demi sedikit atau menyalakan setrika berkali-kali dalam sehari dapat membuat penggunaan listrik menjadi kurang efisien.
Hal serupa juga berlaku pada mesin cuci. Menggunakan mesin dengan muatan yang terlalu sedikit tetapi dilakukan berkali-kali dapat meningkatkan frekuensi penggunaan listrik.
Jika memungkinkan, cucian dapat dikumpulkan terlebih dahulu dan mesin digunakan sesuai kapasitas yang dianjurkan.
Baca juga: 5 Cafe Asyik untuk Nongkrong Malam Minggu di Purwokerto, Cocok Buat Hangout Bareng Teman
Rice Cooker Jangan Selalu dalam Mode Hangat
Rice cooker memang praktis karena dapat menjaga nasi tetap hangat. Namun, membiarkannya terus berada dalam mode penghangat selama berjam-jam juga berarti perangkat tetap menggunakan listrik.
Jika nasi sudah cukup untuk kebutuhan makan, pertimbangkan untuk mematikan fungsi penghangat ketika memang tidak diperlukan.
Kebiasaan sederhana ini mungkin tidak terasa pengaruhnya dalam satu hari. Namun, penghematan energi pada dasarnya berasal dari akumulasi berbagai kebiasaan kecil.
Gunakan Stop Kontak dengan Sakelar
Salah satu cara praktis mengurangi perangkat yang terus mendapatkan aliran listrik adalah menggunakan stop kontak yang dilengkapi sakelar.
Dengan demikian, beberapa perangkat bisa diputus sekaligus tanpa harus mencabut satu per satu. Misalnya, televisi, speaker, konsol gim, dan perangkat hiburan lainnya dapat dikelompokkan dalam satu stop kontak.
Namun, pastikan penggunaan stop kontak tetap sesuai kapasitas dan tidak membebani satu terminal dengan terlalu banyak perangkat berdaya besar.
Hal terpenting yang perlu dipahami adalah tagihan listrik yang meningkat tidak selalu disebabkan oleh satu perangkat elektronik.
Sering kali penyebabnya merupakan kombinasi berbagai kebiasaan, AC menyala lebih lama, lampu lupa dimatikan, charger tetap terpasang, televisi berada dalam mode standby, kulkas sering dibuka, hingga peralatan pemanas digunakan terlalu sering. Jika kebiasaan tersebut terjadi setiap hari, konsumsi energi pun perlahan bertambah.
Karena itu, sebelum menyalahkan satu perangkat ketika tagihan listrik naik, cobalah mengevaluasi pola penggunaan listrik di rumah. Mulai dari hal paling sederhana, matikan perangkat yang tidak digunakan, cabut colokan yang memang tidak diperlukan, dan gunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan.
Langkahnya memang terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga, kebiasaan tersebut dapat membantu membuat penggunaan listrik lebih terkendali sekaligus mengurangi pemborosan energi.(*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.