ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Gaya hidup minimalis semakin banyak dipilih oleh orang yang ingin menjalani kehidupan lebih sederhana, teratur, dan tidak terlalu dipenuhi berbagai hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Minimalis bukan berarti harus tinggal di rumah kosong atau membuang hampir semua barang yang dimiliki. Lebih dari itu, gaya hidup minimalis adalah tentang memilih apa yang benar-benar penting dan mengurangi hal-hal yang justru membuat hidup terasa penuh, baik secara fisik maupun mental.
Bagi yang baru ingin memulainya, perubahan tidak perlu dilakukan secara drastis. Justru, memulai dari langkah-langkah kecil akan membuat kebiasaan baru lebih mudah dipertahankan.
1. Mulai dari Satu Ruangan
Jangan langsung berusaha merapikan seluruh rumah dalam satu hari. Pilih satu area yang paling sering digunakan, seperti kamar tidur, meja kerja, dapur, atau lemari pakaian.
Baca juga: Rutin Makan Buah Setiap Pagi? Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh
Perhatikan barang-barang yang ada di dalamnya. Pisahkan barang yang sering digunakan, jarang digunakan, sudah tidak dibutuhkan, dan barang yang sebenarnya hanya disimpan karena sayang untuk membuangnya. Dengan memulai dari area kecil, proses menjadi lebih ringan dan hasilnya bisa langsung terlihat.
2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Salah satu prinsip penting dalam gaya hidup minimalis adalah belajar membedakan kebutuhan dengan keinginan.
Sebelum membeli sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri: apakah barang ini benar-benar dibutuhkan? Apakah akan sering digunakan? Apakah sudah memiliki barang lain yang memiliki fungsi serupa? Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi pembelian impulsif dan membuat pengeluaran menjadi lebih terkendali.
3. Jangan Takut Melepaskan Barang
Baca juga: Telinga Terasa Kotor Langsung Dikorek? Hati - hati, Cutton Bud Bisa Bikin Masalah
Banyak orang memiliki barang yang sudah bertahun-tahun tidak digunakan karena memiliki kenangan tertentu atau merasa suatu saat barang tersebut akan dibutuhkan. Cobalah mengevaluasi barang secara realistis. Jika sudah lama tidak digunakan dan tidak memiliki fungsi penting, pertimbangkan untuk menyumbangkan, menjual, atau mendaur ulangnya.
Namun, tidak semua barang harus langsung dibuang. Barang yang memiliki nilai sentimental tetap boleh disimpan selama memang memiliki arti bagi pemiliknya. Minimalisme bukan tentang memiliki barang sesedikit mungkin, tetapi memiliki barang yang memang memberikan manfaat atau makna.
4. Terapkan Aturan Satu Masuk, Satu Keluar
Setelah berhasil mengurangi barang, tantangan berikutnya adalah mencegah barang kembali menumpuk.
Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah aturan "satu masuk, satu keluar". Ketika membeli satu barang baru, pertimbangkan untuk mengeluarkan satu barang lama dengan fungsi yang sama atau sudah tidak digunakan.
Baca juga: Harus Bergadang? Ini Tips Aman Buatmu yang Harus Melek Tengah Malam
Misalnya, ketika membeli satu pasang sepatu baru, evaluasi kembali sepatu lama yang jarang digunakan. Cara ini membantu menjaga jumlah barang tetap terkendali dalam jangka panjang.
5. Kurangi Kebiasaan Belanja Impulsif
Belanja online membuat seseorang bisa membeli barang hanya dalam beberapa detik. Karena itu, gaya hidup minimalis juga membutuhkan perubahan dalam kebiasaan berbelanja. Cobalah membuat aturan untuk tidak langsung membeli barang yang menarik perhatian. Masukkan terlebih dahulu ke daftar keinginan dan tunggu beberapa hari.
Jika setelah beberapa hari barang tersebut masih dianggap penting dan sesuai kebutuhan, barulah pertimbangkan untuk membelinya. Cara sederhana ini dapat membantu membedakan antara kebutuhan sebenarnya dan keinginan sesaat.
6. Rapikan Ruang Digital
Baca juga: Jangan Sepelekan! Merokok Sambil Berkendara Bisa Bikin Celaka
Minimalisme tidak hanya berkaitan dengan barang fisik. Kehidupan digital juga bisa terasa penuh ketika terlalu banyak aplikasi, foto, file, email, dan akun media sosial.
Luangkan waktu untuk menghapus aplikasi yang tidak pernah digunakan, membersihkan foto dan dokumen yang tidak diperlukan, serta berhenti mengikuti akun media sosial yang justru membuat pikiran terasa lebih penuh.
Ruang digital yang lebih teratur dapat membuat aktivitas menggunakan perangkat menjadi lebih nyaman.
7. Jangan Terjebak Mengejar Kesempurnaan
Kesalahan yang sering terjadi ketika seseorang memulai gaya hidup minimalis adalah merasa harus langsung memiliki rumah yang benar-benar rapi dan bebas dari barang. Padahal, minimalisme bukan sebuah kompetisi.
Baca juga: Bukan Cuma Soal Banyak Uang, Rasa Syukur Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia
Setiap orang memiliki kebutuhan, pekerjaan, keluarga, hobi, dan kondisi kehidupan yang berbeda. Karena itu, jumlah barang yang dianggap "minimal" bagi seseorang belum tentu sama bagi orang lain. Fokuslah pada manfaat yang dirasakan, bukan pada seberapa sedikit barang yang dimiliki.
8. Biasakan Membeli dengan Lebih Sadar
Setelah mulai mengurangi barang, langkah selanjutnya adalah mengubah cara membeli. Sebelum membawa barang baru ke rumah, pikirkan mengenai kualitas, fungsi, daya tahan, dan seberapa sering barang tersebut akan digunakan.
Daripada membeli banyak barang murah yang cepat rusak, terkadang lebih baik memilih barang yang benar-benar diperlukan dan dapat digunakan dalam waktu lama.
9. Sisihkan Waktu untuk Evaluasi
Baca juga: Sudah Makan Sedikit tapi Berat Badan Tak Kunjung Turun? Ini Penyebabnya
Gaya hidup minimalis bukan kegiatan yang selesai setelah satu kali beres-beres. Barang akan kembali bertambah, kebutuhan hidup berubah, dan kebiasaan belanja bisa muncul kembali. Karena itu, lakukan evaluasi secara berkala.
Misalnya, setiap beberapa bulan periksa kembali lemari, dapur, kamar, gudang, hingga perangkat digital. Tanyakan apakah barang-barang tersebut masih digunakan dan memberikan manfaat.
10. Fokus pada Kehidupan, Bukan Sekadar Barang
Pada akhirnya, tujuan gaya hidup minimalis bukan sekadar memiliki rumah yang terlihat rapi.
Minimalisme dapat menjadi cara untuk mengurangi hal-hal yang tidak penting sehingga seseorang memiliki lebih banyak ruang untuk sesuatu yang dianggap berharga, seperti keluarga, kesehatan, pekerjaan, hobi, pengalaman, maupun waktu untuk diri sendiri.
Memulai gaya hidup minimalis tidak membutuhkan perubahan besar. Mulailah dari satu laci, satu lemari, satu ruangan, atau bahkan satu kebiasaan belanja.
Sedikit demi sedikit, barang yang tidak diperlukan dapat dikurangi dan kebiasaan yang lebih sadar dapat dibangun. Dengan begitu, hidup sederhana bukan lagi sekadar tren, tetapi menjadi cara untuk menjalani kehidupan dengan lebih terarah dan sesuai dengan apa yang benar-benar penting. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.