Borobudur Indonesia Expo 2026 Ditargetkan Jadi Penggerak Ekonomi Magelang

Daerah Ekonomi
By Hervina  —  On Sep 18, 2026
Caption Foto : pembukaan Borobudur Indonesia Expo 2026 ( Foto : Dok. Diskomdigi Jateng )

ORBIT-NEWS.COM, MAGELANG — Borobudur Indonesia Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan potensi daerah. Gelaran yang berlangsung di Alun-Alun Kota Magelang, 17-20 September 2026, juga diarahkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Magelang menyiapkan 150 stan UMKM dalam event tersebut. Penyelenggara menargetkan kehadiran hingga 40.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp2 miliar.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, penyelenggaraan berbagai event merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendorong perputaran ekonomi.

Menurutnya, Kota Magelang memiliki keterbatasan sumber daya alam. Karena itu, pengembangan ekonomi daerah lebih diarahkan pada kekuatan sumber daya manusia, inovasi, kreativitas, jasa, dan ekonomi kreatif.

“Tidak ada tambang, tidak ada hutan, tidak ada kebun, tidak ada pabrik. Adanya adalah sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kualitas tinggi, SDM yang mempunyai inovasi, kreativitas tinggi,” kata Damar.

Baca juga: Transformasi Posyandu 6 SPM di Jawa Tengah, Bukan Sekadar Meja dan Pendataan, Ini Solusi Nyata Masyarakat!

Strategi Penggerak Ekonomi

Damar menyebut hampir setiap pekan terdapat kegiatan di Kota Magelang, mulai dari event lokal hingga berskala regional, nasional, bahkan internasional.

Ia meyakini keberadaan event dapat mendatangkan masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Karena saya meyakini bahwa dengan event, pertumbuhan ekonomi ini akan bergerak tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Meski demikian, Damar menegaskan keberhasilan expo tidak hanya diukur dari nilai transaksi selama kegiatan berlangsung.

Baca juga: Pemerintah Tambah 74 Ribu Ton Beras SPHP

Menurut dia, event tersebut juga diharapkan melahirkan kerja sama baru, membuka akses pasar bagi produk UMKM, mempertemukan pelaku usaha dengan mitra, serta menciptakan peluang pengembangan koperasi.

Borobudur Indonesia Expo 2026 sekaligus menjadi ruang promosi potensi ekonomi kawasan penyangga destinasi pariwisata Borobudur.

Pemkot Magelang melibatkan wilayah Purwo Manggung yang mencakup Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung.

Caption : stan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026

Dorong Sektor Pariwisata hingga UMKM

Baca juga: Bupati Sadewo Dorong UMKM Banyumas Naik Kelas Lewat Inkubasi Bisnis

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengapresiasi penyelenggaraan Borobudur Indonesia Expo 2026.

Saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam pembukaan, Sumarno mengatakan sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Kalau kita lihat di Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi kita juga banyak ditopang dari sektor konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, pintunya adalah pariwisata,” kata Sumarno.

Menurutnya, pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi kreatif. Berbagai event dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk UMKM sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pasar.

Ia menyebut kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Magelang cukup besar. Karena itu, semakin banyak kegiatan yang mampu mendatangkan masyarakat ke Kota Magelang dinilai dapat membuka ruang bagi peningkatan transaksi produk UMKM dan ekonomi kreatif.

Baca juga: Dishub Banyumas Berlakukan Parkir Gratis Alfamart Mulai Hari Ini

Selain dampak ekonomi jangka pendek, Sumarno berharap event tersebut mampu membangun jejaring usaha antara UMKM Kota Magelang dan pelaku usaha dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dorong UMKM Bertransformasi Jadi Koperasi

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata di Magelang serta Jawa Tengah untuk membentuk badan usaha koperasi.

Menurutnya, sebagian besar UMKM masih menjalankan usaha secara perorangan. Kondisi tersebut dapat membuat pelaku usaha menghadapi keterbatasan dalam mengakses permodalan, pasar, maupun teknologi.

“Sehingga nanti proses transformasi dari usaha yang sebelumnya perorangan menjadi punya badan usaha, mereka nanti bisa lebih mudah mengakses modal, mengakses pasar, mengakses teknologi dan lain sebagainya,” kata Ferry.

Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila 2026, Sekda Jateng Sebut Tantangan Jaga Persatuan Semakin Besar

Kementerian Koperasi, kata Ferry, siap memberikan pendampingan, inkubasi hingga pembiayaan bagi badan usaha koperasi yang dibentuk pelaku usaha.

Ia juga melihat ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui koperasi. Potensi tersebut mencakup ilustrator, konten kreator, animator, pelaku fashion, kerajinan, hingga produk wastra khas daerah.

Dengan demikian, Borobudur Indonesia Expo 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pameran. Event tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas pasar, membangun jejaring usaha, dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kawasan Magelang dan sekitarnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: