ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Monopoli bukan sekadar permainan untuk mengisi waktu luang bersama keluarga atau teman. Permainan papan ini juga bisa menjadi sarana belajar bagi anak, mulai dari mengelola uang hingga menyusun strategi dan melatih kesabaran.
Dalam permainan ini, anak diajak membeli properti, membayar sewa, menghitung uang, serta mengambil keputusan yang memengaruhi jalannya permainan. Lantas, apa saja manfaat bermain monopoli?
1. Belajar Mengelola Uang
Anak belajar mengatur uang yang terbatas, menentukan prioritas pengeluaran, dan menyisihkan dana untuk kebutuhan berikutnya. Pengalaman ini dapat menjadi pengenalan awal tentang pentingnya mengelola keuangan.
2. Mengasah Strategi
Baca juga: Investasi Tanah atau Emas, Mana yang Lebih Menguntungkan? Ini Kelebihan dan Risikonya
Pemain harus mempertimbangkan keuntungan dan risiko sebelum membeli properti atau melakukan transaksi. Hal ini melatih anak berpikir kritis dan mengambil keputusan secara terencana.
3. Melatih Kesabaran
Menunggu giliran dan menerima hasil permainan membantu anak belajar bersabar, mengikuti aturan, serta mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.
4. Meningkatkan Kemampuan Berhitung
Menghitung uang, membayar sewa, dan menjumlahkan harga properti membuat anak berlatih matematika melalui aktivitas yang menyenangkan.
Baca juga: Gempa Bumi Kerap Terjadi, Benarkah Cuaca Panas dan Perilaku Hewan Jadi Pertanda?
5. Melatih Komunikasi
Proses tawar-menawar dan pertukaran properti mengajarkan anak menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan mencari kesepakatan.
6. Belajar Menerima Kekalahan
Monopoli mengajarkan anak bahwa tidak semua permainan berakhir dengan kemenangan. Anak dapat belajar bersikap sportif, menghargai orang lain, dan mengevaluasi keputusan yang telah dibuat.
7. Mempererat Hubungan Keluarga
Baca juga: iPhone 18 Resmi Rilis, Ini Spesifikasi, Fitur Baru, dan Keunggulannya
Bermain bersama memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk berinteraksi, bercanda, serta menikmati waktu berkualitas tanpa bergantung pada gawai.
Agar manfaatnya lebih optimal, orang tua dapat mendampingi anak dan menghubungkan situasi dalam permainan dengan kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya menabung, mengatur pengeluaran, dan mempertimbangkan risiko.
Dengan pendampingan yang tepat, monopoli bisa menjadi hiburan sekaligus sarana belajar yang menyenangkan. Manfaatnya akan bergantung pada usia anak, cara bermain, dan interaksi selama permainan berlangsung. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.