Purbalingga Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik III Nasional UPLAND Project

Anggaran Pertanian Capai Rp48,68 Miliar
Banyumas Raya Daerah
By Hervina  —  On Oct 15, 2026
Caption Foto : Kabupaten Purbalingga meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik III Nasional dalam pelaksanaan The Development of Integrated Farming System in UPLAND Areas (UPLAND Project) periode 2021–2026. (Foto : Dok.Prokompim Purbalingga).

ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik III Nasional dalam pelaksanaan The Development of Integrated Farming System in UPLAND Areas (UPLAND Project) periode 2021–2026. Prestasi ini menjadi pengakuan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan pertanian dataran tinggi, memperkuat kelembagaan petani, serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, dari Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Hermanto, dalam Workshop Nasional Exit Strategy UPLAND Project di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026).

Bagi Purbalingga, penghargaan tingkat nasional ini bukan sekadar pencapaian administratif. Program UPLAND Project yang berlangsung selama enam tahun telah menjadi salah satu upaya memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan komoditas unggulan, pengolahan hasil, hingga perluasan akses pasar bagi petani.

Bupati Fahmi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, mulai dari kelompok tani, peternak, koperasi, penyuluh pertanian, hingga perangkat daerah terkait.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama, sehingga manfaat program harus terus dijaga agar dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Fahmi.

Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG

Ia menegaskan, pembangunan pertanian di Purbalingga ke depan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi. Pemerintah daerah juga ingin memastikan petani mampu memperoleh nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan, memiliki akses pasar yang lebih baik, serta mengembangkan usaha secara mandiri.

“Keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan petani mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan kesejahteraannya. Karena itu, keberlanjutan program harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Anggaran Rp48,68 Miliar Menjangkau 115 Kelompok

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga, Prayitno, menjelaskan bahwa UPLAND Project dilaksanakan di wilayahnya sejak 2021 hingga 2026. Program tersebut dirancang untuk mengembangkan pertanian lahan kering di kawasan dataran tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Selama periode pelaksanaan, Purbalingga memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp48,68 miliar. Dana tersebut disalurkan dalam dua tahap, yakni Rp22,31 miliar untuk periode 2021–2024 dan Rp26,37 miliar pada 2025–2026.

Baca juga: Pemkab Kebumen Pangkas Anggaran Hibah dan Bansos Rp26,96 Miliar

Pada tahap pertama, program menyasar kelompok tani dan peternak di Kecamatan Kejobong serta Pengadegan dengan fokus komoditas kambing dan lada. Pelaksanaan tahap kedua diperluas ke Kecamatan Karangmoncol dan Rembang dengan komoditas unggulan berupa kambing dan kapulaga.

Menurut Prayitno, pelaksanaan program tersebut telah menjangkau 115 kelompok penerima manfaat. Jumlah itu terdiri atas 95 kelompok tani, 16 kelompok wanita tani, dan empat koperasi tani.

"Dukungan program tidak hanya diarahkan untuk kegiatan budidaya. Infrastruktur penunjang pertanian juga diperkuat melalui pembangunan jalan usaha tani, penyediaan sumur bor, serta pengembangan jaringan irigasi untuk mendukung kegiatan produksi," jelasnya Kamis (14/10/2026).

Selain itu, UPLAND Project mendorong peningkatan kualitas hasil pertanian, pengembangan agribisnis melalui pengolahan dan pemasaran produk, serta penyediaan pembiayaan mikro guna memperkuat modal usaha petani.

Prayitno menegaskan bahwa tahun ini merupakan periode terakhir pelaksanaan program di Purbalingga dengan dukungan pendampingan dan pembiayaan dari pusat. Karena itu, diperlukan komitmen bersama agar infrastruktur, kelembagaan, serta usaha pertanian yang telah dikembangkan tidak berhenti setelah proyek selesai.

Baca juga: Cegah Abrasi, AHY dan Ahmad Luthfi Perkuat Benteng Pesisir Demak dengan Mangrove dan HexBricks

“Tahun 2026 adalah tahun terakhir UPLAND Project di Purbalingga dalam hal pendampingan dan pembiayaan dari pusat. Kita semua harus berkomitmen meneruskan program ini,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, DPPP Purbalingga menyiapkan tujuh strategi pascaproyek. Langkah tersebut meliputi sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah, penyusunan Rencana Aksi Daerah 2027–2029, pengelolaan aset, pengembangan inovasi, penguatan kelembagaan, penguatan penyuluhan, serta pendampingan masyarakat.

Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan hasil program, termasuk memastikan aset infrastruktur tetap berfungsi, kelompok tani dan koperasi semakin mandiri, serta komoditas unggulan memiliki peluang pasar yang terus berkembang.(*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: