ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Niatnya hanya mengecek pesan sebentar sebelum tidur, tetapi berakhir menggulir media sosial hingga tengah malam. Kebiasaan ini kerap dianggap sepele, padahal bisa membuat waktu istirahat berkurang dan tubuh tidak segar saat bangun pagi.
Bermain handphone (HP) menjelang tidur menjadi rutinitas banyak orang. Berbagai konten yang terus bermunculan membuat pengguna sulit berhenti, bahkan ketika mata mulai terasa berat.
Masalahnya, tubuh membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk memulihkan energi, menjaga konsentrasi, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Ketika penggunaan HP terus menunda waktu tidur, kebutuhan tersebut bisa tidak terpenuhi.
Lantas, apa saja efek bermain HP sebelum tidur yang perlu diwaspadai?
1. Jam Tidur Berantakan
Baca juga: Investasi Tanah atau Emas, Mana yang Lebih Menguntungkan? Ini Kelebihan dan Risikonya
Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah kebiasaan tidur lebih larut dari rencana. Seseorang yang semula ingin tidur pukul 22.00 bisa terus terjaga karena asyik menonton video atau membaca komentar di media sosial.
Jika berlangsung setiap malam, kebiasaan ini dapat menggeser jadwal tidur dan membuat waktu istirahat semakin pendek.
Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. Karena itu, membatasi penggunaan HP menjelang tidur menjadi langkah penting untuk menjaga kecukupan istirahat.
2. Sulit Terlelap Meski Tubuh Sudah Lelah
Tubuh yang lelah tidak selalu membuat seseorang mudah tertidur. Paparan cahaya layar pada malam hari dapat memengaruhi ritme sirkadian dan produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur.
Baca juga: Gempa Bumi Kerap Terjadi, Benarkah Cuaca Panas dan Perilaku Hewan Jadi Pertanda?
Akibatnya, rasa kantuk bisa tertunda, terutama jika HP digunakan dalam waktu lama dengan layar terang.
Untuk mengurangi efek tersebut, cobalah menghentikan penggunaan HP sekitar 30–60 menit sebelum tidur. Gunakan waktu itu untuk melakukan kegiatan yang lebih menenangkan.
3. Bangun Pagi Terasa Lebih Berat
Kurang tidur akibat bermain HP hingga larut malam dapat membuat seseorang sulit bangun, merasa lesu, dan mengantuk pada pagi hari.
Kondisi ini juga dapat memengaruhi konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan mengambil keputusan. Jika terjadi berulang kali, aktivitas bekerja dan belajar bisa ikut terganggu.
Baca juga: Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi dan Siapkan Rumah Oksigen
Bukan berarti HP secara langsung menyebabkan tubuh lemas. Dampak tersebut lebih berkaitan dengan waktu tidur yang berkurang atau kualitas istirahat yang terganggu.
4. Pikiran Sulit Tenang
Media sosial dan aplikasi pesan menghadirkan banyak informasi dalam waktu singkat. Ketika konten yang dikonsumsi memicu emosi, kecemasan, atau rasa penasaran, pikiran bisa tetap aktif meski tubuh sudah berada di tempat tidur.
Misalnya, membaca perdebatan di media sosial atau memikirkan pesan pekerjaan yang baru masuk pada malam hari.
Agar lebih mudah beristirahat, hindari aktivitas digital yang memicu stres menjelang tidur. Pilih kegiatan sederhana yang membantu pikiran lebih rileks.
Baca juga: Bukan Sekadar Hiburan, Ini 7 Manfaat Bermain Monopoli untuk Anak
5. Mata Ikut Mengalami Kelelahan
Menatap layar HP terlalu lama dapat menyebabkan mata kering, perih, lelah, atau pandangan kabur sementara. Kondisi ini berkaitan dengan berkurangnya frekuensi berkedip ketika seseorang fokus melihat layar.
Jika mata mulai terasa tidak nyaman, hentikan penggunaan ponsel dan berikan waktu untuk beristirahat.
Mengatur kecerahan layar dan menjaga jarak pandang dapat membantu mengurangi keluhan. Namun, langkah tersebut tidak menggantikan pentingnya membatasi durasi penggunaan HP.
Bermain HP sebelum tidur bukan kebiasaan yang otomatis merusak kesehatan. Namun, ketika aktivitas tersebut membuat seseorang terus menunda tidur, dampaknya bisa terasa pada kebugaran dan konsentrasi keesokan hari.
Baca juga: iPhone 18 Resmi Rilis, Ini Spesifikasi, Fitur Baru, dan Keunggulannya
Kuncinya bukan sekadar mengurangi cahaya layar, melainkan mengendalikan waktu penggunaan ponsel. Sebab, istirahat yang cukup jauh lebih penting daripada terus mengikuti konten yang tidak ada habisnya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.