ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Keinginan membeli barang baru, nongkrong di kafe, atau merencanakan liburan terkadang harus berhadapan dengan satu pertanyaan sederhana: “In this economy?” Ungkapan ini makin akrab di media sosial sebagai respons ketika keinginan berbelanja berbenturan dengan realitas biaya hidup.
Kalimat berbahasa Inggris tersebut secara harfiah berarti “dalam kondisi ekonomi seperti ini”. Namun, dalam percakapan populer, maknanya jauh lebih luas. Ungkapan ini bisa menjadi sindiran, lelucon, hingga cara seseorang mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi keuangan tanpa harus bercerita panjang lebar.
Misalnya, saat melihat harga makanan yang dianggap mahal, seseorang bisa berkomentar, “Makan sekali habis Rp100 ribu? In this economy?”
Kalimat tersebut menyiratkan keterkejutan sekaligus pertimbangan apakah pengeluaran itu masih masuk akal di tengah kebutuhan hidup yang beragam.
Ketika Keinginan Kalah oleh Realitas
Baca juga: Investasi Tanah atau Emas, Mana yang Lebih Menguntungkan? Ini Kelebihan dan Risikonya
Salah satu alasan ungkapan in this economy mudah digunakan adalah karena dekat dengan pengalaman sehari-hari. Banyak orang harus membagi penghasilan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari makan, tempat tinggal, transportasi, tagihan bulanan, hingga tabungan.
Dalam situasi seperti itu, keinginan membeli barang yang tidak mendesak sering kali harus ditunda. Ungkapan ini kemudian menjadi cara untuk menertawakan keadaan sekaligus mengakui bahwa kondisi keuangan membutuhkan perhatian.
Contohnya, seseorang ingin membeli ponsel terbaru meskipun perangkat lamanya masih berfungsi. Ia kemudian berkata, “Ganti HP cuma karena warna baru? In this economy?”
Sindiran tersebut bukan semata-mata tentang harga ponsel, melainkan juga tentang prioritas dan keputusan menggunakan uang.
Bahasa Humor untuk Membicarakan Masalah Serius
Baca juga: Gempa Bumi Kerap Terjadi, Benarkah Cuaca Panas dan Perilaku Hewan Jadi Pertanda?
Menariknya, in this economy tidak selalu digunakan dalam percakapan serius. Warganet sering memakainya sebagai bahan humor, bahkan untuk pengeluaran yang sebenarnya relatif kecil.
Saat melihat promo makanan, misalnya, seseorang bisa saja berkata, “Katanya mau hemat, tapi pesan makanan lagi. In this economy!”
Penggunaan seperti ini membuat ungkapan tersebut terasa ringan dan mudah masuk ke berbagai konteks percakapan. Orang dapat menyampaikan kritik atau mengomentari kebiasaan konsumtif tanpa harus terdengar terlalu menggurui.
Di sisi lain, istilah ini juga bisa menjadi bentuk solidaritas. Ketika seseorang mengeluhkan biaya hidup, komentar in this economy dapat menunjukkan bahwa orang lain memahami tekanan yang sedang dirasakan.
Mengapa Ungkapan Ini Viral?
Baca juga: Bukan Sekadar Hiburan, Ini 7 Manfaat Bermain Monopoli untuk Anak
Singkat, mudah diingat, dan fleksibel menjadi tiga alasan ungkapan in this economy cocok digunakan di media sosial. Kalimat ini dapat berdiri sendiri sebagai komentar, menjadi teks pada meme, atau melengkapi unggahan tentang pengalaman berbelanja.
Selain itu, ungkapan tersebut menyatukan dua hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: keinginan untuk menikmati hidup dan kebutuhan untuk mengatur keuangan.
Pada akhirnya, in this economy bukan sekadar tren bahasa Inggris di internet. Ungkapan ini menjadi gambaran bagaimana masyarakat menggunakan humor untuk membicarakan persoalan ekonomi yang terkadang terasa berat. Lewat tiga kata sederhana, seseorang bisa menyampaikan keterkejutan, sindiran, sekaligus pengingat untuk berpikir dua kali sebelum mengeluarkan uang. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.