421 Desa di Jateng Berstatus Siaga TB, Skrining Diperluas hingga Tingkat Desa

Daerah Kesehatan
By Hervina  —  On Oct 13, 2026
Caption Foto : Sekda Jateng, Sumarno beri sambutan dalam acara Deklarasi Desa Siaga TB di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (13/10) ( Foto : Dok. Diskomdigi Jateng )

ORBIT-NEWS.COM, JEPARA – Sebanyak 421 desa/kelurahan di Jawa Tengah telah berstatus Desa/Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TB) hingga 9 Oktober 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas skrining, memperkuat pencegahan, dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan sebagai bagian dari upaya percepatan eliminasi TB.

Dari total 8.563 desa/kelurahan di Jawa Tengah, pembentukan Desa/Kelurahan Siaga TB menjadi salah satu langkah untuk memperkuat penanganan penyakit menular tersebut melalui keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan penanggulangan TB membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga masyarakat.

Hal itu disampaikan Sumarno saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Deklarasi Desa Siaga TB di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (13/10/2026).

“Penanggulangan TB tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota,” kata Sumarno.

Baca juga: Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi dan Siapkan Rumah Oksigen

Penemuan Kasus TB Capai 68.617

Berdasarkan data hingga 9 Oktober 2026, penemuan kasus TB di Jawa Tengah mencapai 68.617 kasus atau 65,08 persen. Dari pasien yang ditemukan, persentase pasien yang memulai pengobatan tercatat sebesar 91,76 persen.

Sementara itu, keberhasilan pengobatan TB sensitif obat mencapai 84,07 persen dan TB resisten obat sebesar 79,54 persen. Adapun pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baru mencapai 23,31 persen dari target 326.038 kasus.

Sumarno menilai penguatan pencegahan perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB. Penemuan kasus secara dini, pemeriksaan diagnostik, dan tindak lanjut pengobatan harus dilakukan secara terintegrasi.

Pemprov Jateng juga mendorong integrasi program Active Case Finding (ACF) TB dengan layanan kesehatan primer. Langkah ini ditujukan untuk menyelaraskan proses skrining, rujukan, pencatatan, hingga pemantauan pengobatan pasien.

Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG

Caption : deklasari desa siaga TB

CKG dan Speling Dukung Skrining Kesehatan

Upaya perluasan skrining TB turut didukung program pemeriksaan kesehatan lainnya. Hingga 12 Oktober 2026, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah telah melayani 18,8 juta orang.

Selain itu, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dijalankan Pemprov Jateng telah memberikan pelayanan sebanyak 1.857 kali dengan sasaran sekitar 131.500 orang.

Sumarno meminta dukungan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, memperluas akses pemeriksaan diagnostik, meningkatkan pemanfaatan teknologi dan sistem informasi, serta mendukung inovasi ACF yang dikembangkan daerah.

Baca juga: Cegah Abrasi, AHY dan Ahmad Luthfi Perkuat Benteng Pesisir Demak dengan Mangrove dan HexBricks

Pemerintah kabupaten/kota juga didorong memprioritaskan penanggulangan TB melalui perencanaan dan penganggaran, koordinasi lintas perangkat daerah, serta penguatan dukungan hingga tingkat desa.

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pencegahan

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Oktavianus mengapresiasi pelaksanaan skrining terhadap kontak erat pasien TB di Kabupaten Jepara. Dari target 161 titik skrining, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di 107 titik.

“Artinya, program ini sudah berjalan sangat baik. Jadi, tiap tahun kita evaluasi agar makin baik,” katanya.

Menurut Benyamin, tantangan penanggulangan TB bukan hanya memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dan pencegahan.

Baca juga: Peringati HUT Humas Polri ke - 75, Polres Kebumen Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Ia menekankan pentingnya pemberian obat pencegahan kepada kontak erat yang memenuhi indikasi medis untuk menekan risiko berkembangnya penyakit.

“Kontak erat itu harus mendapatkan obat pencegahan,” ujarnya.

Benyamin menambahkan, program CKG menjadi salah satu upaya pemerintah membangun kebiasaan masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Melalui pemeriksaan dan skrining, risiko penyakit diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.

Ia berharap penguatan skrining dan pencegahan TB, termasuk melalui dukungan program Speling, dapat membantu menekan angka kesakitan sekaligus meningkatkan usia harapan hidup sehat masyarakat.

Melalui deklarasi Desa Siaga TB, pemerintah mendorong pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, organisasi masyarakat, dan warga untuk terlibat aktif dalam edukasi, penemuan kasus, pendampingan pasien, serta pencegahan penularan TB. (*)

Baca juga: 5.500 Pelari Ramaikan AHY Run Semarang 2026

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: