Viral Photo Card K-Pop di MBG Banyumas, SPPG Kanding Buka Suara soal Anggaran dan Higienitas

Caption Foto : Kepala Dapur SPPG Kanding, Diva Wahyu Aji (tengah0 bersama dengan Ketua Yayasan Mardi Karya Sejahtera, Hamid Suhendra memperlihatkan photo card yang disertakan di atas omprengan MBG. (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Video pembagian photo card bergambar idola K-Pop dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kanding, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, menjadi perbincangan di media sosial. Menanggapi polemik tersebut, pengelola SPPG Kanding memberikan klarifikasi bahwa pembagian kartu tersebut tidak menggunakan dana operasional MBG dan memastikan higienitas makanan tetap terjaga.

Kepala Dapur SPPG Kanding, Diva Wahyu Aji, menjelaskan bahwa pembagian photo card bergambar artis Korea tersebut merupakan inisiatif tim kreator konten untuk menghadirkan konten media sosial yang menarik bagi para pelajar, khususnya siswa SMP di wilayah layanan SPPG Kanding.

Menurut Diva, ide tersebut muncul setelah tim konten kreator melihat tren ketertarikan pelajar terhadap K-Pop. Tim kemudian menemukan unggahan serupa dari SPPG lain yang sebelumnya tidak menuai respons negatif. Hal itu mendorong mereka mencoba konsep yang sama di SPPG Kanding.

Namun, setelah video pembagian photo card tersebut beredar luas, muncul beragam tanggapan dari masyarakat, terutama mengenai penggunaan anggaran program MBG dan keamanan makanan yang dibagikan kepada para siswa.

“Ada dua hal yang ingin saya klarifikasi. Pertama, pembagian photo card tersebut tidak menggunakan dana operasional MBG dan nilainya hanya Rp3.000, karena kita hanya membagikan 10 saja. Photo card tersebut merupakan koleksi salah satu pegawai SPPG Kanding, yang juga merupakan penggemar K-Pop,” terang Diva, Senin (12/10/2026).

Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG

Ia juga menegaskan bahwa higienitas makanan tetap menjadi perhatian pengelola. Menurutnya, kartu bergambar idola K-Pop tersebut dipasang di bagian luar omprengan, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan makanan.

“Kedua, higienitas makanan kami pastikan terjaga, karena kartu dipasang di luar omprengan dan makanan yang digunakan untuk membuat konten tidak dibagikan,” lanjutnya.

Diva menambahkan, ompreng yang terlihat dalam video bukanlah makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat. Makanan tersebut merupakan sampel yang disiapkan secara khusus untuk ahli gizi. Ia menegaskan bahwa konten yang beredar tidak menggambarkan proses pembagian makanan reguler kepada seluruh penerima manfaat MBG, melainkan hanya melibatkan sampel makanan yang digunakan untuk keperluan pembuatan konten.

Caption : Caption Foto : Dapur SPPG Kanding, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas terlihat bersih. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Photo Card K-Pop Dibagikan Acak sebagai Kejutan untuk Siswa

Baca juga: Pemkab Kebumen Pangkas Anggaran Hibah dan Bansos Rp26,96 Miliar

Sementara itu, Ketua Yayasan Mardi Karya Sejahtera, Hamid Suhendra, menjelaskan bahwa photo card tersebut diberikan secara acak di atas omprengan MBG untuk siswa SMP. Jumlahnya terbatas, yakni hanya 10 omprengan yang disertai kartu bergambar idola K-Pop.

Menurut Hamid, pemberian kartu tersebut dimaksudkan sebagai kejutan sederhana agar para siswa merasa senang ketika menerima makanan dalam program MBG.

Ia mengakui bahwa video yang beredar memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Sebagian memberikan tanggapan positif, tetapi ada pula yang mempertanyakan langkah tersebut sehingga klarifikasi dinilai perlu dilakukan.

“Video tersebut memang menimbulkan persepsi yang berbeda, ada yang menyambut positif dan ada yang bersuara miring, karena itulah kita perlu untuk melakukan klarifikasi,” tuturnya.

Hamid menegaskan, pihaknya memahami pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG. Karena itu, pengelola SPPG Kanding mengaku memberikan perhatian terhadap setiap tahapan pengolahan dan penyajian makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses distribusi. 

Baca juga: Cegah Abrasi, AHY dan Ahmad Luthfi Perkuat Benteng Pesisir Demak dengan Mangrove dan HexBricks

Pemeriksaan bahan makanan, lanjutnya, dilakukan sejak bahan tersebut tiba di dapur. Bahan yang tidak memenuhi persyaratan akan ditolak agar tidak digunakan dalam proses pengolahan makanan bagi penerima manfaat. Pengelola juga menerapkan penanganan bahan makanan yang terpisah dan memastikan bahan makanan kering, bahan makanan basah, hingga air mineral tidak bersentuhan langsung dengan lantai.

Menurut Hamid, pengawasan higienitas tidak hanya dilakukan pada saat bahan makanan diterima. Proses pencucian bahan, kegiatan memasak, hingga pencucian omprengan setelah digunakan juga menjadi bagian dari pemantauan tim setiap hari.

“Soal higienitas makanan sangat kita pantau, dari mulai bahan makanan datang, hingga proses pencucian juga kita pisah-pisah tempatnya, kemudian proses memasak hingga pencucian omprengan, semua dalam pemantauan tim setiap harinya,” pungkasnya.

Saat ini, SPPG Kanding melayani kebutuhan MBG di 22 sekolah dengan dukungan 12 titik distribusi yang disebut sebagai titik drop kader. Untuk memenuhi kebutuhan para penerima manfaat, dapur tersebut menjalankan dua kali batch memasak menu MBG setiap hari. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: