ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Manfaat kolagen untuk massa otot makin banyak diperbincangkan, terutama di kalangan orang yang ingin menjaga kebugaran tubuh, membangun kekuatan otot, hingga mempertahankan kondisi fisik seiring bertambahnya usia. Selama ini, kolagen lebih dikenal sebagai protein yang berperan menjaga elastisitas kulit dan membantu mengurangi tanda-tanda penuaan. Namun, manfaatnya ternyata tidak berhenti pada urusan kecantikan.
Kolagen merupakan salah satu protein utama yang menyusun tubuh manusia. Protein ini menjadi bagian penting dari berbagai jaringan yang menunjang sistem gerak, mulai dari tendon, ligamen, tulang, hingga jaringan ikat yang berada di sekitar otot. Keberadaan kolagen membantu jaringan tersebut mempertahankan kekuatan, struktur, dan kemampuannya dalam mendukung aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, penting untuk memahami bahwa peran kolagen dalam menjaga kesehatan otot berbeda dengan protein yang secara langsung mendukung pembentukan massa otot. Lantas, apa saja manfaat kolagen untuk otot dan bagaimana cara mengoptimalkan fungsinya?
1. Membantu Menjaga Kekuatan Jaringan Penunjang Otot
Salah satu manfaat kolagen yang penting bagi sistem gerak adalah membantu mempertahankan struktur jaringan ikat. Tendon, misalnya, berfungsi menghubungkan otot dengan tulang sehingga tenaga yang dihasilkan otot dapat diteruskan untuk menghasilkan gerakan.
Baca juga: Pasang Surut Perjalanan Masyarakat Banyumas Mendapatkan Akses Kesehatan Gratis
Sementara itu, ligamen berperan menghubungkan tulang dengan tulang dan membantu menjaga kestabilan sendi. Kedua jaringan tersebut memiliki kandungan kolagen yang tinggi.
Ketika seseorang rutin melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan, berlari, bersepeda, atau latihan beban, tendon dan ligamen akan menerima tekanan berulang. Jaringan yang sehat dan kuat sangat dibutuhkan agar tubuh dapat bergerak dengan baik.
Asupan kolagen yang cukup, sebagai bagian dari pola makan bergizi, berpotensi mendukung pemeliharaan jaringan ikat. Namun, konsumsi suplemen kolagen saja tidak menjamin tendon dan ligamen menjadi lebih kuat atau terhindar dari cedera.
2. Berpotensi Mendukung Pemulihan Setelah Latihan
Setelah menjalani latihan fisik, tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan yang mengalami tekanan. Proses pemulihan ini melibatkan berbagai mekanisme biologis, termasuk pembentukan dan perbaikan protein pada jaringan tubuh.
Baca juga: Makan Gorengan Setiap Hari Bisa Picu Berbagai Penyakit, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai
Kolagen mengandung asam amino, seperti glisin, prolin, dan hidroksiprolin, yang menjadi bagian penting dalam pembentukan jaringan ikat. Karena itu, kolagen mulai banyak diteliti sebagai salah satu nutrisi pendukung pemulihan setelah aktivitas fisik.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kolagen berpotensi membantu mendukung kesehatan tendon dan mengurangi keluhan tertentu yang berkaitan dengan aktivitas fisik. Namun, bukti mengenai manfaatnya terhadap pemulihan otot secara langsung masih terbatas dan hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten.
Untuk mendukung pemulihan setelah olahraga, seseorang tetap perlu memperhatikan kecukupan protein harian, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur yang cukup, serta memberikan waktu istirahat bagi tubuh.
3. Berpotensi Menambah Massa Otot
Kolagen berpotensi memberikan manfaat pendukung, tetapi bukan pilihan utama untuk meningkatkan massa otot.
Baca juga: 6 Manfaat Minum Air Putih Hangat Sebelum Tidur, Bantu Tubuh Lebih Rileks
Kolagen memang merupakan protein, tetapi komposisi asam aminonya berbeda dari protein berkualitas tinggi yang umum digunakan untuk mendukung pertumbuhan otot. Kolagen relatif rendah kandungan leusin, yaitu asam amino esensial yang berperan penting dalam merangsang sintesis protein otot.
Sintesis protein otot merupakan proses ketika tubuh membentuk protein baru untuk memperbaiki dan membangun jaringan otot. Proses ini sangat penting bagi orang yang melakukan latihan beban atau olahraga dengan intensitas tertentu.
Untuk meningkatkan massa otot, tubuh membutuhkan latihan kekuatan yang teratur dan asupan protein yang memadai dari sumber seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, susu, kedelai, tempe, dan tahu.
Dengan demikian, kolagen sebaiknya dipandang sebagai nutrisi pelengkap yang berpotensi mendukung jaringan ikat, bukan pengganti sumber protein utama untuk membangun otot.
4. Membantu Menjaga Kesehatan Sendi dan Mendukung Mobilitas
Baca juga: ParagonCorp Borong Penghargaan di SICS Summit 2026, Angkat Isu Jerawat Punggung hingga Ketombe
Kesehatan sendi juga memiliki kaitan erat dengan kemampuan seseorang untuk berolahraga secara konsisten. Ketika sendi terasa tidak nyaman, aktivitas seperti berjalan, jongkok, naik tangga, atau mengangkat beban dapat menjadi lebih sulit dilakukan.
Kolagen merupakan bagian dari berbagai struktur jaringan yang berkaitan dengan sistem gerak, termasuk tulang rawan. Oleh karena itu, suplementasi kolagen telah diteliti untuk mengetahui potensinya dalam membantu mengurangi keluhan sendi pada kelompok tertentu.
Beberapa penelitian menemukan kemungkinan manfaat terhadap nyeri sendi dan fungsi gerak, meskipun kualitas bukti dan besarnya manfaat masih bervariasi.
Perlu diingat, kolagen bukan obat untuk semua masalah sendi. Keluhan yang menetap, pembengkakan, atau rasa sakit yang mengganggu aktivitas sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui.
5. Berpotensi Mendukung Kebugaran pada Usia Lanjut
Baca juga: Aliansi Musyawarah Masyarakat Banyumas Gelar Aksi Desak Layanan Kesehatan Gratis Diaktifkan Kembali
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan pada massa otot, kekuatan, kepadatan tulang, dan kondisi jaringan ikat. Perubahan ini dapat memengaruhi keseimbangan serta kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam kondisi tersebut, menjaga kesehatan otot dan jaringan penunjangnya menjadi semakin penting. Kolagen berpotensi menjadi bagian dari strategi pemenuhan nutrisi untuk mendukung jaringan ikat, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang sesuai kemampuan.
Namun, mempertahankan massa otot pada usia lanjut tidak cukup hanya dengan mengonsumsi kolagen. Latihan kekuatan yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, asupan protein yang cukup, serta pemenuhan vitamin dan mineral tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga kebugaran.
Bagi lansia atau orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, pemilihan jenis olahraga dan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan saran tenaga kesehatan.
Kolagen dapat diperoleh dari makanan yang mengandung jaringan ikat hewani, seperti kulit ikan, kulit ayam, serta bagian daging yang kaya jaringan ikat. Kaldu tulang juga dapat mengandung gelatin dan komponen hasil pemecahan kolagen, meskipun jumlahnya berbeda-beda bergantung pada bahan dan cara pengolahan.
Baca juga: Ramai Protes Penonaktifan UHC di Banyumas, Banyak Pasien Terdampak
Selain itu, tubuh dapat memproduksi kolagennya sendiri dengan memanfaatkan asam amino dari makanan. Proses pembentukannya membutuhkan sejumlah zat gizi, termasuk vitamin C. Vitamin C dapat diperoleh dari buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, pepaya, dan stroberi, serta sayuran seperti brokoli dan paprika.
Untuk mendukung kesehatan otot, makanan sumber kolagen sebaiknya dikombinasikan dengan protein berkualitas tinggi, seperti telur, ikan, susu, daging, tahu, dan tempe. Kombinasi ini membantu memenuhi kebutuhan asam amino yang diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh.
Manfaat kolagen untuk massa otot perlu dipahami secara tepat. Protein ini memiliki peran penting dalam menjaga struktur jaringan ikat, termasuk tendon dan ligamen, yang membantu tubuh bergerak dan beraktivitas. Penelitian juga menunjukkan potensi manfaat kolagen untuk kesehatan sendi dan jaringan penunjang olahraga, meskipun bukti ilmiahnya masih terus berkembang.
Namun, kolagen bukan sumber protein terbaik untuk merangsang pertumbuhan massa otot karena kandungan asam amino esensialnya tidak selengkap protein berkualitas tinggi lainnya.
Jika ingin memiliki tubuh yang kuat dan bugar, langkah terbaik adalah mengombinasikan latihan kekuatan, konsumsi protein yang cukup, makanan bergizi seimbang, tidur berkualitas, dan waktu pemulihan yang memadai. Kolagen dapat menjadi pelengkap dalam strategi tersebut, tetapi bukan jalan pintas untuk membentuk otot. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.