Dua Dosen UIN Saizu Purwokerto Mengajar di Filipina, Perkuat Jejaring Akademik Asia Tenggara

Banyumas Raya Pendidikan
By Hervina  —  On Oct 10, 2026
Caption Foto : gedung kampus UIN Saizu Purwokerto ( Foto : Dok. UIN Saizu )

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Jejaring akademik UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto di tingkat Asia Tenggara terus diperluas. Dua dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) mendapat kesempatan mengajar mahasiswa University of Mindanao Digos College (UMDC), Filipina, melalui perkuliahan virtual.

Kedua dosen tersebut adalah Dr. Maria Ulpah dan Fitria Zana Kumala dari Jurusan Pendidikan Matematika FTIK UIN Saizu. Keduanya menjadi pengajar tamu dalam program International Teaching Team (ITT) 2026 yang dikoordinasikan Pusat Kajian dan Kantor Urusan Internasional (PKHI) UIN Saizu.

Program ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Filipina sekaligus memperkenalkan kompetensi dosen UIN Saizu kepada lingkungan akademik internasional.

Maria Ulpah mengangkat topik Islamic/Arabic Mathematics, sedangkan Fitria Zana Kumala membahas Elementary Statistics & Probability. Kedua materi tersebut memberikan perspektif berbeda dalam pembelajaran matematika, mulai dari sejarah perkembangan ilmu hingga penerapannya dalam penelitian.

Mengulas Sejarah Matematika dalam Peradaban Islam

Baca juga: Kebun Raya Baturraden, Wisata Alam di Lereng Gunung Slamet dengan Pemandangan Memukau

Dalam sesi pengajaran bersama Prof. Retchelle P. Sangco dari UMDC, Maria Ulpah membahas perkembangan matematika dalam tradisi keilmuan Islam dan Arab.

Mahasiswa diajak mengenali kontribusi para ilmuwan Muslim terhadap perkembangan matematika serta peran peradaban Islam dalam memperkaya pengetahuan manusia.

Pendekatan historis tersebut memperlihatkan bahwa matematika berkembang melalui proses panjang yang melibatkan pertukaran gagasan lintas zaman dan budaya. Dengan demikian, pembelajaran matematika tidak hanya berfokus pada penguasaan rumus, tetapi juga pada pemahaman terhadap sejarah dan perkembangan pemikiran ilmiah.

Perkenalkan Statistika untuk Mendukung Riset

Pada sesi lainnya, Fitria Zana Kumala mengajar bersama Prof. Maria Cristine Joy V. Anter dari UMDC dengan materi Elementary Statistics & Probability.

Baca juga: 48 Siswa SD Kalipagu Belajar Keselamatan Kereta Api di Ajang KAI Mengajar

Pembelajaran berfokus pada konsep dasar statistika dan probabilitas yang dibutuhkan mahasiswa, khususnya dalam penelitian pendidikan. Materi ini mencakup pentingnya pengolahan data, interpretasi hasil penelitian, serta penyusunan kesimpulan berdasarkan bukti empiris.

Pemahaman statistika menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis secara terukur dan sistematis.

Kedua sesi tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana pendidikan matematika dapat menghubungkan pemahaman konseptual, sejarah keilmuan, dan keterampilan penelitian dalam lingkungan pembelajaran internasional.

Bukan Sekedar Mengajar, tetapi Membangun Diplomasi Akademik

Kepala PKHI UIN Saizu Purwokerto, Dr. Mohamad Sobirin, M.Hum., mengatakan, program ITT 2026 dirancang untuk memperkuat hubungan antarperguruan tinggi, bukan sekadar memenuhi kegiatan pengajaran internasional.

Baca juga: 5 Cafe Asyik untuk Nongkrong Malam Minggu di Purwokerto, Cocok Buat Hangout Bareng Teman

“Program International Teaching Team (ITT) 2026 dirancang bukan sekadar untuk pemenuhan capaian pengajaran internasional, tetapi juga sebagai jembatan diplomasi akademik. Kolaborasi antara UIN Saizu dan UMDC Philippines memperkuat reputasi perguruan tinggi di kancah Asia Tenggara sekaligus memberikan pengalaman global yang berharga bagi dosen maupun mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Sobirin, keterlibatan dosen dalam kegiatan tersebut membuka peluang untuk bertukar perspektif, memperluas pengalaman akademik, dan membangun komunikasi dengan perguruan tinggi di negara lain.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan berkembang ke berbagai bidang, mulai dari penelitian bersama dan publikasi ilmiah hingga pertukaran dosen serta mahasiswa.

Partisipasi dua dosen FTIK tersebut menjadi salah satu langkah UIN Saizu dalam memperluas internasionalisasi kampus. Melalui program ITT, perguruan tinggi ini berupaya membangun lingkungan akademik yang terbuka terhadap kerja sama global dan perkembangan ilmu pengetahuan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: