Kasus Aqib di Pemalang Disorot DPR, Komisi III Minta Polisi dan Sekolah Beri Penjelasan

Politik
By Ariyani  —  On Oct 05, 2026
Caption Foto : Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. (Foto : Dok. DPR RI).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Kasus meninggalnya Aqib setelah menjalani perawatan selama sekitar sembilan hari di rumah sakit mendapat perhatian dari DPR RI. Komisi III DPR RI mendorong adanya penjelasan dari Polres Pemalang dan pihak sekolah terkait dugaan kekerasan yang dialami korban.

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mengatakan, sejumlah hal dalam perkara tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai proses penanganannya. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan lingkungan pendidikan terbebas dari kekerasan dan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini bentuk komitmen kita bersama untuk menghentikan kekerasan di lingkungan pendidikan atau sekolah dengan bertindak adil sesuai peraturan perundang-undangan yang ada,” tegasnya, Senin (5/10/2026).

Politikus Fraksi PKB tersebut menilai, penjelasan dari kepolisian dan sekolah penting untuk memastikan setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara adil dan setara. Di sisi lain, informasi yang jelas juga dibutuhkan masyarakat agar tidak muncul berbagai kesimpulan sebelum penyelidikan kepolisian selesai.

Abduh menyoroti tanggung jawab sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, termasuk dalam upaya mencegah dan menangani dugaan perundungan terhadap peserta didik. Ia mengingatkan bahwa perlindungan terhadap anak dan terciptanya budaya sekolah yang aman telah memiliki dasar regulasi.

Baca juga: BAM DPR RI Soroti Risiko Bencana di Kebumen, Warga Diminta Tak Hanya Siaga Saat Darurat

Salah satunya melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi tersebut mengatur tujuan dan sasaran budaya sekolah, mulai dari perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural hingga penyelenggaraan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Aturan tersebut juga telah mencabut dan menggantikan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023.

“Kalau melihat aturan yang ada, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan mencegah terjadinya kekerasan. Karena itu, harus dilihat apakah mekanisme tersebut sudah dijalankan atau belum dalam kasus ini,” ujarnya.

Polisi Masih Selidiki Dugaan Kekerasan terhadap Aqib

Aqib diketahui meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026), setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis selama kurang lebih sembilan hari. Kepolisian hingga kini masih menyelidiki dugaan kekerasan yang disebut dialami korban. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, termasuk keluarga, teman korban, dan pihak sekolah. Polisi juga telah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian Aqib.

Namun, sampai saat ini penyidik belum menyimpulkan adanya keterkaitan antara dugaan kekerasan yang dialami korban dengan penyebab kematiannya. Polisi juga belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas dugaan perundungan tersebut. 

Baca juga: Kekeringan Ancam 50 Ribu Hektare Sawah, Komisi IV DPR RI Soroti Lambannya Program Irigasi di Daerah

Ibu korban, Diah Indriyanti, sebelumnya mengatakan Aqib sempat mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut. Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Aqib menceritakan kepada keluarganya bahwa dirinya mengalami kekerasan yang dilakukan sejumlah kakak kelas. Keluarga juga menyebut Aqib sempat menunjukkan pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar mengatakan, penyidik telah memeriksa enam saksi. Mereka berasal dari lingkungan pertemanan korban, pihak sekolah, serta orang tua korban. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang dialami Aqib sebelum akhirnya meninggal dunia.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai perkara tersebut. Imbauan tersebut disampaikan karena kasus masih dalam proses penyelidikan dan melibatkan anak-anak. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: