ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Sepak terjang jaringan terorisme kembali dipukul mundur oleh aparat penegak hukum. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri secara serentak menciduk 11 tersangka teroris dalam operasi senyap yang digelar di enam provinsi sekaligus.
Operasi masif ini menegaskan komitmen negara dalam memburu sel-sel radikal yang masih bersembunyi dan berupaya membangun kekuatan di berbagai daerah.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana mengatakan, penegakan hukum ini menyasar wilayah-wilayah strategis yang diidentifikasi menjadi basis pergerakan kelompok radikal.
Adapun keenam provinsi tempat penangkapan tersebut meliputi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau dan Maluku Utara
"Para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah serta jaringan terorisme lainnya," ungkap Mayndra.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Dari Latihan Fisik hingga Simulasi Menembak
Dalam pengembangan penyidikan lanjutan, Densus 88 menemukan fakta mencengangkan. Sebagian besar tersangka ternyata tidak hanya menyebarkan paham radikal, tetapi juga telah meningkatkan eskalasi ancaman melalui pelatihan militer tertutup.
Kegiatan terlarang tersebut dirancang secara sistematis, mencakup latihan fisik intensif untuk membangun ketahanan tubuh, simulasi menembak guna menguji kemampuan taktis, serta berbagai bentuk pelatihan militansi terorisme lainnya.
Langkah cepat Densus 88 ini dinilai berhasil memotong rantai ancaman sebelum rencana aksi teror tersebut matang dan dieksekusi di ruang publik. Sesaat setelah penangkapan 11 tersangka, masing-masing berinisial HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), MF (37), AF (26), dan MW (42), tim penyidik langsung bergerak cepat di lapangan.
Penyidik menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat yang meliputi, penggeledahan tempat kejadian perkara, penyitaan serta pemeriksaan barang bukti secara mendalam, hingga pemeriksaan maraton terhadap saksi-saksi dan para tersangka.
Baca juga: Jaringan Narkotika Lintas Propinsi Dibongkar, Polda Jateng Ringkus 2 Kurir Sabu Asal Pontianak
Sampai saat ini, Densus 88 Antiteror Polri masih terus mendalami berbagai barang bukti yang diamankan. Fokus utama penyidikan adalah membongkar jaringan luas di balik kesebelas tersangka, baik hubungan antar-individu maupun aliran suplai logistik terorisme domestik maupun internasional. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.