ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas mendorong Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) turun langsung membantu masyarakat. Sebanyak 84 desa yang tersebar di 21 kecamatan menjadi sasaran penyaluran bantuan air bersih dari Unsoed.
Bantuan tersebut diberangkatkan secara simbolis dari halaman Rektorat Unsoed. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 Unsoed sekaligus bentuk kepedulian kampus terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Penyaluran air bersih dilakukan melalui kolaborasi Unsoed dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas. Armada pengangkut air diberangkatkan setelah prosesi pelepasan dan selanjutnya menuju desa-desa yang telah ditetapkan sebagai wilayah penerima bantuan.
Plt Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ali Rokhman M.Si mengatakan, keterlibatan perguruan tinggi dalam membantu masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kampus. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya berkontribusi melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar, kampus juga perlu mengambil peran.
“Bantuan yang pada hari ini disiapkan untuk masyarakat di 21 kecamatan dan 84 desa merupakan bentuk nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan. Inilah semangat Unsoed Peduli yang ingin terus kita tumbuhkan,” jelasnya.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Unsoed Dorong Solusi Jangka Panjang
Selain memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau, Unsoed juga mendorong adanya upaya jangka panjang untuk menjaga ketersediaan sumber air. Prof. Ali juga mengajak masyarakat dan berbagai pihak memanfaatkan momentum musim hujan untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperbanyak penanaman pohon.
“Pada saat musim hujan nanti, mari kita lanjutkan kepedulian ini dengan menanam pohon dan menjaga lingkungan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah membantu kebutuhan masyarakat saat kemarau, sedangkan menjaga sumber air merupakan ikhtiar jangka panjang yang harus dilakukan bersama,” katanya.
Menurutnya, bantuan air bersih merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat saat ini. Sementara itu, menjaga lingkungan dan sumber air menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak persoalan kekeringan di masa mendatang.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Guru besar Unsoed, Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah menambahkan, persoalan kekeringan tidak semata berkaitan dengan kondisi lingkungan. Keterbatasan air bersih juga langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kepedulian dan kerja sama antarlembaga menjadi penting agar masyarakat yang terdampak dapat memperoleh bantuan.
“Ketika ada masyarakat yang sedang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan membantu. Sebagai manusia, kita harus memiliki kepedulian terhadap sesama dan bersama-sama meringankan kesulitan yang sedang mereka hadapi,” ujarnya.
Kolaborasi dengan PMI Banyumas menjadi salah satu bentuk sinergi untuk memastikan bantuan dapat disalurkan ke wilayah yang membutuhkan. Wakil Ketua PMI Banyumas dr. Tangguh Budi Prasetyo mengapresiasi langkah Unsoed tersebut. Ia menyebut persoalan air bersih membutuhkan keterlibatan banyak pihak, terutama ketika masyarakat menghadapi musim kemarau.
“Persoalan air bersih pada musim kemarau membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari banyak pihak. PMI Banyumas mengapresiasi langkah Unsoed untuk bersama-sama hadir membantu masyarakat,” ungkapnya.
Distribusi air bersih kali ini dilakukan ke desa-desa yang tersebar pada 21 kecamatan di Kabupaten Banyumas. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih selama musim kemarau.
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-63, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Melalui program Unsoed Peduli, kampus ingin menunjukkan bahwa kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk respons langsung terhadap persoalan sosial dan lingkungan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.